California, LiputanIslam.com–Facebook menghapus akun media berita Amerika Latin sayap-kiri, Telesur, dengan tanpa pejelasan. Hal ini menambah kekhawatiran mengenai sensor dan intervensi pemerintah AS dalam jejaring media sosial raksasa itu.

Sebelumnya, akun Telesur pernah dihapus oleh Facebook pada awal tahun ini. Sejak saat itu, menurut mantan direktur Telesur, Pablo Vivanco, Telesur telah “semakin berhati-hati” atas postingan mereka dan “sama sekali tidak melanggar aturan Facebook”.

Vivanco percaya bahwa Facebook tidak punya justifikasi apapun untuk menghapus akun Telesur, karena “selalu ada proses untuk memastikan ketelitian dan etika jurnalisme” di dalam tubuh media ini.

Menurut James Petras, seorang profesor dari Universitas Binghamton dan pengamat Amerika Latin, pemerintah AS terlibat dalam “upaya untuk meruntuhkan pemerintah [Venezuela]”, salah satunya dengan cara menargetkan media-media yang tidak kooperatif.

Petras menilai, Washington menggunakan jejaring media sosial seperti Facebook untuk “mengisolasi” Venezuela dan Facebook sendiri rela “memuaskan” pemerintah AS.

“AS kini berperang dengan Iran, Rusia, Cina, Uni Eropa dan Venezuela dan suara-suara pembangkang lainnya. Ketika posisi otoriter di AS meningkat, Facebook dan media lainnya berada di bawah tekanan untuk tunduk kepada [rezim AS],” paparnya.

Petras juga memprediksi bahwa Facebook akan memperluas sensor yang berhubungan dengan kelangsungan perang dan sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS.

Kepala Web Telesur, Tatiana Rojas, mengatakan kepada RT bahwa Telesur adalah satu dari sedikit jaringan berita yang berani melaporkan “dari perspektif yan berbeda dari media arus utama AS” mengenai kejadian di Venezuela, termasuk tentang upaya pembunuhan terhadap Presiden Nicholas Maduro. (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*