California, LiputanIslam.com–Sebuah video yang menyebut Israel menjadikan warga Palestina sebagai ujicoba senjata, sempat dihapus oleh Facebook tanpa penjelasan.

Video tersebut kini telah dibuka kembali setelah Facebook menerima banyak pengaduan.

“Palestina adalah laboratorium pribadi Israel untuk menguji, menyempurnakan, dan menampilkan metode untuk mendominasi…,” kata wartawan Rania Khalek dalam video The NOW yang diunggah pada hari Jumat (29/12).

Setelah muncul di halaman Facebook, video itu “dihapus tanpa penjelasan.” Namun, beberapa jam setelahnya, Facebook mengembalikan video itu karena adanya “beberapa pangaduan,” tulis Khalek dalam akun Twitter-nya.

Menurut Khalek, perusahaan media sosial raksasa ini memang punya kekuasaan untuk “menghilangkan konten sesuka mereka.” Hal itu merupakan hal yang “mengkhawatirkan dan harus ditentang keras.”

Jurnalis Rania Khalek

Ini bukan pertama kalinya Facebook menyensor unggahan dan konten yang kritis terhadap Israel.

Dalam videonya itu, Khalek mengkritisi produksi dan pemasaran teknologi militer Israel yang dianggap “teruji” setelah digunakan untuk menindas warga Palestina.

Menurut Khalek, Israel merupakan pemasok drone terkemuka di dunia, dan bahkan dikontrak oleh AS untuk membangun “dinding virtual” berteknologi tinggi di perbatasan AS-Meksiko pada tahun 2014. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*