Washington, LiputanIslam.com–Lembaga regulator penerbangan sipil AS, FAA, melarang seluruh maskapai Amerika untuk terbang di wilayah udara Iran di atas Selat Hormuz dan Teluk Oman.

Alasannya, mereka mengklaim terdapat beberapa pesawat terbang sipil yang tengah berada di area itu ketika Iran menembak jatuh ‘drone’ AS. Pesawat terdekat disebut sedang berada dalam jarak 45 mil laut (51 mil) dari drone Angkatan Laut AS.

FAA mangaku khawatir dengan ketegangan yang sedang berlangsung dan meningkatnya aktivitas militer di wilayah dengan lalu lintas udara sipil yang tinggi itu.

Larangan ini akan sebagian besar mempengaruhi penerbangan dari Amerika Utara ke Asia arah timur.

Sebelumnya pada hari Kamis (20/6), perusahaan maskapai AS United Airlines membatalkan semua penerbangan mereka dari Bandara Internasional Newark di New Jersey ke Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj (BOM), Mumbai. Perusahaan yang berbasis di Chicago itu mengaku ingin meninjau “keselamatan dan keamanan menyeluruh atas layanan India kami yang melalui wilayah udara Iran.”

Larangan FAA muncul setelah militer Iran menembak jatuh drone milik Angkatan Laut AS pada hari Kamis pagi. Sementara itu, Iran menegaskan bahwa drone itu melanggar ‘garis merah’ Republik Islam dengan mode siluman. (ra/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*