Sumber: Reuters

Tel Aviv,LiputanIslam.com—Israel telah menggelar pemilu pada Selasa (17/9) kemarin. Berdasarkan laporan exit poll yang diumumkan oleh siaran 13, partai oposisi Blue and White memimpin pemilu dengan perolehan kursi parlemen sebanyak 33. Sementara partai petahana Perdana Menteri Netanyahu, Likud Party, memperoleh 31 kursi parlemen.

Siaran yang sama juga melaporkan, koalisi partai sayap kiri Israel memperoleh 58 kursi parlemen, sementara koalisi partai sayap kanan memperoleh 54 kursi. Secara hukum, koalisi parlemen baru bisa membentuk pemerintahan jika tercapai 61 kursi dari total 120 kursi yang tersedia di parlemen.

Dalam sejarah pemilu Israel, tidak ada partai tunggal yang berhasil memenangkan suara mayoritas di parlemen. Atas dasar itu, untuk mencapai kemenangan, partai-partai harus membentuk koalisi agar memperoleh dukungan ekstra.

Pemilihan Israel dilakukan dengan dua tahap. Pertama, rakyat memilih partai melalui surat suara, kemudian suara-suara tersebut nantinya akan menentukan jumlah kursi yang diperoleh oleh setiap partai kontestan pemilu. Untuk mendapatkan sebuah kursi di parlemen, partai kontestan harus mendapatkan suara minimal 3.25 persen.

Baca: Pemilu Israel, Perdamaian “No”, Apartheid “Yes”

Pada pemilu kali ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tengah berupaya memenangkan pemilu untuk yang kelima kali. Namun, berdasarkan perhitungan exit poll, kemungkinan upaya keras Netanyahu akan kandas oleh saingan utamanya, mantan staf Kepala Jenderal Pasukan Pertahanan Israel, Benny Gantz. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*