Brussel, LiputanIslam.com–rancis, Jerman, Inggris (E3), dan Uni Eropa bersama-sama menyampaikan kecaman atas sanksi AS terbaru kepada Iran. Mereka berjanji untuk melindungi perusahaan Eropa yang berbisnis dengan Tehran.

Dalam sebuah pernyataan bersama pada Jumat (2/11/18) kemarin, Komisioner Tinggi UE untuk kebijakan luar negeri, Federica Mogherini, dan para menlu E3 mengakui “kekecewaan yang dalam” atas sanksi uniteral AS pasca keputusan Presiden Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir Iran.

Menurut mereka, perjanjian nuklir 2015 lalu itu “krusial atas keamanan Eropa … dan seluruh dunia”. Eropa pun memiliki kewajiban untuk melindungi pelaku ekonomi yang berbisnis secara sah dengan Iran.”

Meski AS telah menjatuhkan sanksi, negara-negara Eropa berjanji untuk melindungi dan mempertahankan “hubungan finansial yang efektif dengan Iran, dan keberlanjutkan ekspor minyak dan gas Iran.”

Reaksi ini muncul setelah Kementerian Keuangan AS baru-baru mengumumkan bahwa sanksi terhadap Iran yang telah diangkat di bawah perjanjian nuklir 2015 akan dikembalikan lagi secara paksa pada 5 November nanti.

Menurut menkeu Steven Mnuchin, sanksi ini berisi 700 orang yang masuk daftar hitam, yaitu mereka yang mendapatkan keuntungan di bawah perjanjian 2015, dan juga lebih dari 300 nama baru. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*