Ankara,LiputanIslam.com—Babak pertama perjanjian jual-beli sistem pertahanan S-400 antara Turki dan Rusia telah memasuki babak pertama. Hal ini ditandai dengan datangnya salah satu komponen sistem tersebut pada Jum’at (12/7) ke Turki. Sebagian komponen lainnya telah berangkat dari Rusia pada Senin (15/7) pagi ini, dan dua komponen lainnya akan segera menyusul.

Merespon hal ini, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan perjanjian S-400 dengan Rusia adalah salah satu kontrak terbaik yang pernah dibuat dalam sejarah Turki modern.

“Perjanjian yang saat ini paling penting dalam sejarah modern kita adalah perjanjian S-400,” ucapnya kepada para wartawan di Istana kepresidenan, Istanbul-Turki.

Erdogan mengaku, pembelian S-400 tidak ditujukan untuk perang. Tetapi untuk memastikan perdamaian dan keamanan di Turki. Selain itu, S-400 merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pertahanan negaranya.

Baca: Sanksi AS atas Turki Akan Diumumkan Minggu Depan

Presiden Amerika, Donald Trump, mengaku geram atas keputusan Erdogan. Trump mengancam akan segera menjatuhkan sanksi kepada Turki dan menghentikan program jual-beli pesawat F-35. Bloomberg menyebut, paket sanksi untuk Turki akan diumumkan minggu depan.

Namun Erdogan berdalih bahwa persoalan F-35 dan S-400 adalah dua hal yang berbeda.

“Sampai detik ini, kita telah membayar untuk F-35 senilai $1.4 milyar,” ucap Erdogan. “Jika Turki dihapus dari program F-35, maka biasa untuk setiap pesawat mungkin akan meningkat hingga $7-8 juta. Ini bukanlah keputusan yang mudah bagi Washington,” tambahnya.

Erdogan mengancam, jika AS ‘menendang’ Turki dari program F-35, maka ia harus mengembalikan uang yang sudah diberikan.

Tak hanya itu, Erdogan juga menyampaikan pesannya untuk NATO dengan mengatakan,” Seharusnya mereka senang, karena Turki sebagai salah satu aliansi yang memiliki kekuatan militer terkuat, hanya akan menjadi lebih kuat setelah dipersenjatai dengan S-400.” (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*