Sumber: Reuters

Ankara,LiputanIslam.com—Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyebut Amerika Serikat telah melanggar kesepakatan dengan Turki terkait penarikan para pejuang Kurdi dari perbatasan Suriah utara-Turki. Erdogan menuding, militer AS justru menggelar patroli bersama dengan militan Kurdi di daerah itu.

“Hari ini, kami telah memulai patroli bersama fase kedua sesuai kesepakatan dengan Rusia. Sayangnya, Amerika Serikat juga menggelar patroli tandingan bersama para pejuang Kurdi. Bagaimana Amerika menjelaskan ini? Ini tidak sesuai dengan kesepakatan kami dulu,” ucap Erdogan kepada para reporter.

Pada 17 Oktober lalu, Ankara-Washington telah sepakat untuk menghentikan operasi militer Turki di Suriah utara. Turki memberikan waktu 120 jam (lima hari) kepada militan Kurdi untuk meninggalkan wilayah perbatasan Turki-Suriah sejauh 30 km.

Baca: Pertama Kalinya, Tentara Suriah Masuki Ladang Minyak Rumailan

Sebelum tenggat waktu genjatan senjata berakhir, Erdogan menemui Presiden Rusia, Vladimir Putin, dn menandatangani memorandum yang akan memantau komitmen militan Kurdi agar keluar dari zona aman yang ditentukan. Setelah itu, Turki dan Rusia mulai menggelar patroli bersama di sepanjang zona aman perbatasan Turki-Suriah. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*