Sumber: liputan6.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2019 sebesar 5,02 persen. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama pada tahun lalu sebesar 5,16 persen.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meski ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, tapi masih lebih baik dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Baca: BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen

“Meski terjadi perlambatan, pencapaian ini masih lebih baik dibandingkan beberapa negara peer lainnya di ASEAN di antaranya Malaysia, Thailand, dan Singapura,” kata Airlangga, Jumat (8/11).

Dia menyampaikan, kinerja ekonomi Indonesia pada tahun ini masih cukup baik di tengah kondisi ekonomi global yang mengalami pelemahan.

“Banyak negara justru mengalami perlambatan ekonomi yang lebih dalam, misalnya China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo. Dia menuturkan, perlambatan ekonomi global berimbas pada ekonomi dunia di sejumlah negara.

“Masalah global menjadi salah satu penyebab utama ekonomi dunia yang semuanya terdampak oleh perang dagang,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia harus bersukur ekonomi masih bisa tumbuh sebesar 5,02 persen di tengah tekanan kondisi global.

“Dalam kondisi yang penuh tantangan tersebut, kita harus bersyukur ekonomi kita tumbuh 5,02 persen. Memang melambat, tapi patut kita acungkan jempo karena kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen,” kata dia. (sh/kompas/tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*