Mentan, Amran Sulaiman

Mentan, Amran Sulaiman

Jakarta, LiputanIslam.com– Nama-nama menteri dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo terus menuai komentar. Tak sedikit yang dipuji, banyak juga yang dikritik. Setidaknya ada dua nama menteri yang dikritik oleh aktivis masyarakat madani (civil society), yaitu Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti.

Beberapa saat sebelum Kabinet Kerja diumumkan, beredar sebuah surat terbuka yang disebut berasal dari Ketua Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik.  Seperti dikutip Kompas.com, surat yang beredar lewat BlackBerry Messenger itu meminta agar Jokowi meneliti lebih dalam masalah keuangan Susi, terutama terkait pinjamannya ke BI sebesar 34 milyar, pembayaran upah karyawan, dan transparansi dana bantuan korban tsunami.

Sementara itu, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) menolak penunjukkan Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian. Manager Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah mengatakan, dipilihnya Menteri Pertanian dari kalangan pengusaha hanya akan menempatkan petani sebagai obyek dan alat produksi yang tak berdaulat.

“Dengan membuat keputusan penempatan menteri pertanian bukan dari wakil petani dan sesuai kriteria petani maka Presiden telah mengambil sikap memunggungi petani, meninggalkan petani yang menjadi kelompok terbesar memilihnya ketika pemilu presiden lalu,” kata Said seperti dikutip laman suara.com (27/10/2014).

Amran adalah alumnus S1, S2, S3 Fakultas Pertanian Unhas dan selama ini berkutat dalam bisnis pertanian, beberapa lini usahanya antar lain bisnis pabrik gula, kebun kelapa sawit, dan pembangunan industri pestisida. 10 Perusahaan yang masuk dalam unit bisnis Tiran Group milik Amran adalah PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel), PT Amrul Nadin (SPBU percontohan Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa), PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan).

Sedangkan Susi adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat. Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL