kapal papua nugini

Kapal yang akan ditenggelamkan

Jakarta, LiputanIslam.com — Hari ini, dua kapal pencuri ikan berbendera Papua Nugini akan ditenggelamkan. Kedua kapal tersebut tidak memiliki dokumen Indonesia, hanya memiliki dokumen Papua Nugini, tetapi menangkap ikan dengan tujuan komersil di Laut Arafura, Maluku. Kapal tersebut, Century 4 berbobot 250 grosston dan Century 7 memiliki bobot 200 grosston. Saat ditangkap pada 9 Desember lalu, Century 4 memiliki muatan 43 ton ikan sementara Century 7 membawa 20 ton ikan.

Meski berbendera Papua Nugini, seluruh ABK 2 kapal Century ini berkewarganegaraan Thailand. Cenrtuy 4 membawa 45 ABK dengan nahkoda bernama Thanaphom Pamnisti, dan Century 7 dinakhodai oleh Thong Ma Lapho dengan ditumpangi oleh 17 ABK. (Baca: Pencurian Ikan adalah Kejahatan Luar Biasa)

“Menyatakan memberikan izin kepada Komando Armada RI kawasan Timur Pangkalan Utama TNI AL IX untuk melakukan pemusnahan/penenggelaman barang bukti kapal KM Century 7/PNG-064,” demikian kutipan surat penetapan penenggelaman Kapal Century 4 dan Century 7 yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Ambon, sebagaimana dikutip dari detik.com.

Dalam kapal tersebut, ditemukan hasil tangkapan ikan seberat 63 ton, yang akan dilelang. Saat ini, ikan tersebut masih dititipkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tantui, karena di tempat tersebut memiliki freezer atau pendingin ikan yang cukup besar. Lebih lanjut dilaporkan, total ikan yang berhasil diamankan dari 8 kapal pencuri ikan di laut Arafura sendiri mencapai ratusan ton.

Sementara itu, menurut Danlantamal IX Laksma TNI Arusukmono Indra Sucahyo, ikan-ikan tersebut harus segera dilelang sebelum busuk. Muatan ikan dari 2 kapal tersebut terdiri dari ikan layur hingga udang dan akan diprioritaskan untuk dilelang. “Harus dilelang, daripada busuk nanti ikan-ikan ini,” ucap Arusukmono.

Untuk pelelangan ikan tersebut, Pengadilan Negeri Ambon memberi izin pelelangan barang bukti ikan meski perkara belum in kracht. Hal ini sesuai dengan pasal 45 KUHAP. (Baca: Jokowi: Ribuan Kapal Ilegal, Masa Ditenggelamkan Cuma 3?)

Sementara itu, sebanyak 62 ABK yang diamankan dari kapal tersebut kini telah diserahkan kepada pihak imigrasi. “ABK sudah diurus imigrasi, kita serahkan ke imigrasi,” ujar Kadispen Lantamal IX Ambon Mayor Laut Eko Budimansyah. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL