Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Anggota DPR RI, Herman Khaeron mengatakan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dibutuhkan kebijakan pemerintah dan keputusan politik yang kuat.

Herman menyampaikan, salah satu masalah yang krusial saat ini adalah lahan pertanian semakin berkurang karena adanya pembangunan perumahan, infrastruktur dan industri.

“Berkurangnya luas lahan pertanian menjadi masalah krusial,” kata Herman, Senin (21/10).

Baca: Tren Ekspor Produk Pertanian Banten Meningkat

Dia menerangkan, pemerintah harus mengambil keputusan politik yang kuat agar lahan pertanian yang terus menyusut tidak diubah peruntukkannya. Sebab, tidak mudah mencari lahan baru yang cocok untuk pertanian.

Menurutnya, untuk menghadapi masalah tersebut, perlu ada diversifikasi pangan dan memaksimalkan potensi perikanan.

“Luas lautan Indonesia itu dua pertiga dari daratan,” ujarnya.

Kepala Bidang Ketersediaan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Rachmi Widiriani menyebutkan, ada dua hal penting terkait ketahanan pangan dan gizi.

Pertama, jumlah pangan yang cukup dan yang mendukung kesehatan. Kedua, bagaimana kelanjutan pangan tersebut diproduksi. Rachmi menyampaikan, pihaknya akan terus mensosialisasikan ketahanan pangan dan gizi.

Dia menambahkan, yang juga perlu diperhatikan adalah efektivitas ketahanan pangan, sanitasi, dan pencegahan infeksi.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB, Hermanto Siregar mengatakan, saat ini lahan pertanian dan sumber komoditas pangan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Hal ini dapat dilihat dari GDP pertanian yang berkontrubusi 12 persen.

“Apa yang terjadi kalau pulau Jawa rusak ekosistemnya, padi lebih dari separuh dari Jawa,” ujarnya. (sh/industry/wartaekonomi)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*