Washington, LiputanIslam.com–Para pejabat DPR AS memberi suara 411-1 untuk RUU yang akan memaksa Presiden Trump kembali menunjuk seorang duta anti-Semit.

Posisi duta ini telah kosong sejak Trump menjabat sebagai presiden. Kali ini, RUU bipartisan tersebut akan menaikkan posisi Duta Anti-Semit ke level duta besar.

RUU ini menyatakan bahwa duta istimewa tersebut harus “bekerja sebagai penasihat utama dan mengkoordinasikan upaya di seluruh pemerintah AS yang berkaitan dengan pemantauan dan perlawanan terhadap hasutan anti-Semitisme dan anti-Semit….”

RUU bernama H.R.221- Special Envoy to Monitor and Combat Anti-Semitism Act ini disponsori oleh Rep. Christopher H. Smith [R-NJ-4] dan 87 orang lainnya. Sementara pemberi dana kampanye Smith yang terbesar adalah NorPAC, sebuah komite politik pro-Israel.

Posisi duta anti-Semit dibentuk pada tahun 2004 meski menerima penolakan dari Departemen Luar Negeri AS yang menilai posisi itu tidak diperlukan. Namun, posisi tersebut terus didesak oleh Menteri Israel untuk Urusan Diaspora, Natan Sharansky.

Duta-duta anti-Semit terdahulu diketahui pasti pernah bekerja untuk badan lobby Israel, AIPAC.

Media Times of Israel menilai bahwa dorongan DPR AS atas RUU ini adalah akibat dari “kegagalan Trump memilih seseorang [di posisi duta anti-Semit] selama dua tahun terakhir, meskipun telah ada banyak seruan dari kelompok-kelompok Yahudi.”

Baru beberapa hari yang lalu, Kongres AS juga mengeluarkan RUU yang akan mendanai Israel milyaran dollar dan melawan kampanye boikot Israel di seluruh Amerika. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*