freeport baruJakarta, LiputanIslam.com — PT Freeport Indonesia, perusahaan penambangan asal Amerika Serikat, beroperasi di Indonesia berdasarkan Kontrak Karya (KK) yang ditandatangani pada tahun 1967 berdasarkan UU 11/1967 mengenai PMA. Berdasarkan KK ini, Freeport memperoleh konsesi penambangan di wilayah seluas 24,700 acres (atau seluas +/- 1,000 hektar. 1 Acres = 0.4047 Ha). Masa berlaku KK pertama ini adalah 30 tahun. Kemudian pada tahun 1991, KK Freeport di perpanjang menjadi 30 tahun dengan opsi perpanjangan 2 kali, masing-masing 10 tahun.

Kendati telah memperoleh trilyunan rupiah selama beroperasi di negeri ini, namun Freeport justru konsisten melakukan ‘dosa’ terhadap rakyat Indonesia. Berikut ini, adalah dosa fatal Freeport, yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber;

Ketiga, Limbah Freeport Rusak Lingkungan

Tiap harinya, kegiatan eksploitasi pertambangan PT Freeport Indonesia membuang 230 ribu ton limbah batu ke sungai Agwahagon dan sungai-sungai di sekitarnya.

“Pengeringan batuan asam atau pembuangan air yang mengandung asam sebanyak 360 ribu hingga 510 ribu ton perhari juga telah merusak dua lembah yang meliputi 4 mil hingga kedalaman 300 meter,” ujar Humas Napas, Vivi Widyawati, seperti dikutip dari aktual.co.

Menurut Vivi, dengan cadangan wilayah pertambangannya di Grasberg yang begitu besar, diperkirakan limbah yang akan terus disumbang oleh Freeport akan mencapai 6 miliar ton limbah industri.

Data menunjukkan, selama 150 tahun terakhir, jumlah karbon yang ada di atmosfer bumi telah meningkat 50%, dari 280 ppm menjadi 393 ppm. Dampaknya, saat ini telah mencatat peningkatan suhu global, kehancuran glasier dan lapisan es, perluasan gurun dan berbagai peristiwa cuaca ekstrem lainnya.

Fenomena tersebut adalah akibat dari pemanasan global yang disebabkan oleh pengrusakan hutan dan eksploitasi bumi untuk bahan bakar fosil yang dikeruk demi keuntungan perusahaan yang notabene adalah milik asing. (ba)

Previous…

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL