Gaza, LiputanIslam.com—Organisasi bantuan medis Doctors Without Borders (MSF) menyatakan bahwa sekitar 1.000 warga  Palestina yang terluka akibat tembakan tentara Israel beresiko menderita infeksi yang dapat melumpuhkan.

Organisasi internasional ini melaporkan pada Kamis (28/11/) bahwa perawatan darurat di rumah sakit Gaza bergerak sangat lambat akibat dari kurangnya alat-alat medis karena blokade Israel.

Rumah sakit disebut kelabakan merawat pasien-pasien yang kebanyakan menderita luka tembak yang kompleks dan serius di kaki, sehingga mengakibatkan patahan tulang terbuka yang rentan terhadap infeksi. Luka yang tidak diobati dapat menyebabkan cacat seumur hidup, dan infeksi yang tidak diobati dapat menimbulkan resiko “amputasi atau bahkan kematian”.

MSF merupakan lembaga telah memberikan perawatan bagi ribuan warga Palestina sejak dimulainya rangkaian aksi protes pada akhir Maret lalu.

Ketua MSF untuk wilayah Palestina, Marie-Elisabeth Ingres, mendesak rezim Israel agar mengizinkan para pasien keluar dari daerah blokade untuk pengobatan.

“Adalah tidak etis membiarkan ribuan pasien menderita cacat permanen dan bergantung pada keluarga mereka ketika dunia sudah memiliki perawatan yang memadai,” tegasnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*