dewan keamanan pbbNew York, LiputanIslam.com — Status Palestina sebagai sebuah negara berdaulat yang diakui masyarakat internasional, kembali terkatung-katung setelah Dewan Keamanan PBB menolak draft resolusi “pembentukan negara Palestina dan penghentian pendudukan Israel” yang diajukan negara-negara Arab.

Sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (30/12), resolusi itu ditolak oleh AS dan Australia, dan karena AS adalah negara yang memiliki hak veto, maka otomatis resolusi itu gugur. Resolusi ini hanya didukung oleh 8 negara termasuk Rusia dan Cina, sementara 5 anggota lainnya, yaitu Inggis, Lithuania, Nigeria, Korea Selatan dan Rwanda memilih abstein.

Dubes AS untuk PBB Samantha Power menyebut resolusi ini hanya menciptakan perpecahan dan bukannya kompromi. Sedangkan Inggris secara substantif mendukung resolusi, namun memilih sikap abstein.

“Inggris mendukung sebagian besar dari isi resolusi ini, namun dengan sangat menyesal kami memilih abstein,” kata Dubes Inggris di PBB Mark Lyall Grant seraya menyebut alasannya, yaitu gagalnya perundingan dalam proses perdamaian Palestina-Israel.

Sementara itu Dubes Rusia Vitaly Churkin mengatakan bahwa Rusia menolak pendapat bahwa resolusi telah merusak proses perdamaian seraya mengecam “persekutuan buta” AS dan sekutu-sekutunya dalam menyikapi proses perdamaian Palestina-Israel. Cina juga menyatakan dukungannya atas resolusi tersebut.

“Resolusi ini mencerminkan keinginan negara-negara Arab, termasuk rakyat Palestina dan sesuai dengan resolusi-resolusi PBB,” kata Dubes Cina Liu Jieyi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL