Sumber: gaikindo.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Ekspor mobil jadi (CBU) dan mobil terurai (CKD) hingga Oktober 2019 mengalami peningkatan masing-masing  sebesar 275.364 unit dan 397.885 unit. Mobil CBU tercatat tumbuh 29 persen sedangkan mobil CKD tumbuh hingga 493 persen.

Sekretaris Jenderal Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, meskipun sempat turun, ekspor mobil masih bisa tumbuh. Hal ini, menurutnya, menunjukkan ekspor mobil potensinya masih tinggi.

Baca: BPS Sebut Kinerja Ekspor Ri Sulit Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

“Ini berarti potensinya masih tinggi, meskipun sebelumnya sempat turun tajam akibat tren 5 tahun karena pemilu. Ekspor juga tumbuh di tengah produksi dan permintaan turun,” kata Kukuh di Jakarta, Rabu (4/12).

Dia menyampaikan, peningkatakan ekspor CBU dan CKD merupakan hal yang menggembirakan. Sebab, sejumlah negara menerapkan kebijakan proteksionis sehingga ekspor mobil menjadi lebih sulit.

Dia menyebutkan, salah satunya adalah kebijakan yang diterapkan di Vietnam. Di negara tersebut terdapat aturan Prime Minister Decree No.116/2017 dan Circular No. 13/2018. Kedua aturan ini membuat negara yang ingin ekspor mobil ke Vietnam harus mendapatkan Vehicle type approval (VTA).

“Dengan adanya aturan baru itu dari Vietnam itu, ekspor dari Indonesia yang semula hanya 1 minggu sudah bisa sampai ke dealer, menjadi sekitar 60 persen karena ada pemeriksaan soal emisi yang sesuai,” ujarnya.   (sh/tempo/merdeka)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*