Sumber: kemenag.go.id

Belanda, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag), Lukman Hakim Saifuddin bertemu dengan para mahasiswa Indonesia penerima beasiswa 5000 doktor Kemenag di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda, pada Rabu (19/6). Dalam pertemuan itu Menag berdiskusi tentang relasi agama dan negara dan tantangan Indonesia ke depan.

“Konteks agama dan negara di Indonesia dan bagaimana perspektif dunia memandangnya? kok ada pemerintah mengurusi agama? Realitas ke-Indonesiaan kita memang sangat khas,” ucapnya.

Menag menjelaskan, ada beberapa cara pandang melihat negara dan agama. Pertama, Agama dan Negara menyatu, itulah yang kemudian disebut negara agama. “Agama itu ya negara itu sendiri, contoh vatikan,” katanya.

Kedua, yang memisahkan secara tegas, dan negara tidak ikut campur. Ketiga, agama dan negera saling mengisi. “Kita bangsa Indonesia menempatkan agama sebagai nila-nilai yang dapat memberikan inspirasi,” ungkapnya. .

“Sehingga sebelum kita lahir, nilai-nilai religiousitas itu sudah ada. Kita sebagai bangsa sangat lekat dengan nilai-nilai agama. Sehingga pemerintah memfasilitasi membantu ajaran agama setiap warga negaranya,” tambah Menag.

Baca: Menag Lantik Komaruddin Hidayat Sebagai Rektor UIII

Sementara Dubes Indonesia untuk Belanda, Agung Wisaka Puja mengungkapkan bahwa kita mesti bangga bahwa Indonesian Competitivness Index sudah naik dari rangking dari 43 ke 32 pada laporan tahun 2018.

“Ini tentu merupakan recognition dan kita mesti bangga jika dulu kita ini masih mencari-cari beasiswa kini Pemerintah Indonesia mampu memberikan beasiswa sendiri. Tentu ini merupakan tantangan dan tanggung jawab yang lebih besar agar kepercayaan rakyat kepada kita dimaksimalkan,” tuturnya. (aw/kemenag).

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*