Washington, LiputanIslam.com–Anggota Dewan Perwakilan AS berencana menyelidiki hubungan bisnis Presiden Donald Trump dan Arab Saudi.

Salah satu target penyelidikan ini adalah mengenai ratusan kamar hotel yang dipesan pelobi Saudi di Hotel Trump, Washington D.C, tak lama setelah kemenangan sang presiden.

“Apa yang ingin saya ketahui adalah,–Anda bisa melihat ini melalui laporan pajak dan catatan bank [Trump]—apakah ada hubungan yang berkelanjutan dengan Saudi secara finansial,” kata anggota dewan, Eric Swalwell, di siaran Skullduggery, Yahoo News.

Beberapa waktu yang lalu, seorang juru bicara perusahaan humas yang bekerja untuk Arab Saudi mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa pelobi Saudi itu berupaya menghalangi RUU yang memungkinkan warga Amerika menuntut pemerintah asing atas serangan 9/11.

Para pelobi ini menawarkan kamar-kamar hotel kepada para veteran militer AS, yang kemudian mereka kirim ke Capitol Hill untuk melobi RUU ini. Demikian laporan dari kantor berita Middle East Eye (MEE), mengutip kesaksian dari para veteran dan orang-orang yang terlibat.

Perusahaan humas ini dilaporkan menghabiskan uang “hampir $ 270.000 untuk penginapan dan katering” di hotel Trump.

Pemerintahan Trump selama ini  telah menjadi sekutu Saudi dan ikut menyokong agresi militer negara Timur Tengah itu di Yaman. AS memberikan dukungan logistik untuk perang yang telah menewaskan puluhan ribu sipil dan mengakibatkan krisis pangan yang parah. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*