Baynah (foto: Detik.com)

Baynah (foto: Detik.com)

Pontianak, LiputanIslam.com–Baynah, TKW asal Serang, Banten yang telah bekerja di Brunei selama dua tahun harus mengalami nasib pahit. Dia pulang dalam keadaan sakit dan hanya membawa yang 50 ringgit Brunei. Sisa uangnya habis diambil agen TKI. Kini, Baynah, ditampung di Shelter Dinas Sosial Kota Pontianak bekerjasama dengan Yayasan Nanda Dian Khatulistiwa. Dia pun bercerita apa yang telah dialaminya sejak pergi dari Banten untuk bekerja sebagai TKI di Brunei.

Baynah adalah korban calo TKI yang mengaku warga Pontianak, Kalimantan Barat. Sang calo berjanji mempekerjakannya di Brunei dengan gaji 300 ringgit Brunei. Ia pun pergi ke Brunei bersama 6 orang warga Serang lainnya. Biaya akomodasi Jakarta-Pontianak ditanggung sendiri oleh Baynah dengan berhutang Rp 2 juta kepada tetangganya. Pinjaman itu pun, berbunga perhari Rp 100.000.

“Saya yakin bisa bayar hutang setelah saya bekerja di sana (Brunei Darussalam) dengan gaji segitu (300 ringgit),” kata Baynah, di Shelter Dinas Sosial Kota Pontianak, Selasa (12/8/2014), seperti dikutip Detik.com.

Di Brunei, ia pun bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Selama 2 tahun, Baynah tidak pernah menikmati gajinya lantaran dipaksa dan diminta agen sebagai alasan membayar hutang kepada agen. Karena sakit-sakitan,  Baynah meminta pulang ke Serang. Dari Brunei menuju Kuching di Sarawak, Malaysia, Baynah menggunakan angkutan gelap. Uang yang disimpannya hanya 50 Ringgit Brunei. Melintasi Kuching, akhirnya dia masuk ke Pontianak. Usai turun dari angkutan sejenis mini bus, Baynah pun tidak sadarkan diri karena pingsan dan dibantu warga sekitar yang kemudian membawanya ke Dinas Sosial Kota Pontianak lantaran dikira sakit jiwa.

Baynah pun sempat dibawa ke RSJ Kota Pontianak untuk menjalani perawatan dengan pakaian satu-satunya yang dia kenakan. Belakangan diketahui, Baynah merupakan warga Serang, Provinsi Banten. Dalam perawatan, kondisi Baynah terus membaik sehingga akhirnya dia diperbolehkan meninggalkan RSJ setelah dinyatakan sehat dan ingatannya kembali pulih sedia kala. Rencananya, Baynah akan dipulangkan pada hari Rabu (13/8/2014), agar bisa kembali berkumpul bersama anak bungsunya yang dia tinggalkan saat berusia 3 tahun, suaminya Bakrie (50) dan 3 anak lainnya. Anak bungsunya, Afifah, dikabarnya juga tengah sakit-sakitan.

Kisah Baynah menambah daftar panjang penderitaan yang dialami TKW asal Indonesia. Sebelumnya ramai diberitakan media massa bahwa para TKW mengalami pemerasan oleh petugas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Salah satu TKW, Mukmainah yang pernah bekerja di Taiwan sekitar 2011-2012 menuturkan, oknum yang memerasnya berasal dari kepolisian dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Mukmainah juga menceritakan ada temannya yang dipaksa untuk menukar mata uang asing di tempat penukaran uang tertentu. Temannya itu diancam akan ditelanjangi jika menolak untuk menukarkan uang dari negara tempat bekerja dengan rupiah.

“Di terminal itu ada yang dipaksain tukar mata uang asing dengan cara paksa, bahkan ada yang sampai mau ditelanjangi segala. Iya, suruh dibuka baju semuanya, sampai dibawa ke kamar mandi disuruh ikut, cari duit mata uang asing itu,” tutur Mukmainah, seperti dikutip Tribunnews.

Mukminah bersama Migrant Care melaporkan kejadian ini kepada KPK di Jakarta, Rabu (6/8/2014). KPK menemukan indikasi keterlibatan aparat bersama-sama dengan oknum BNP2TKI, portir, petugas cleaning service, dan petugas bandara dalam mengarahkan TKI kepada calo atau preman untuk proses kepulangan.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL