Sumber: Kompas

Cilacap, LiputanIslam.com — Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris berinisial SY (30) di Dusun Tritih RT 01 RW 05, Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (17/11), sekitar pukul 08.00 WIB.

“Kemungkinan ditangkapnya sekitar pukul 08.00 WIB, soalnya saya didatangi petugas untuk menyaksikan penggeledahan di rumah SY sekitar pukul 09.00 WIB. Saat saya datang, SY sudah ditangkap,” kata Ketua RT 01 RW 05 Mubasir saat ditemui di rumahnya, Minggu petang.

Dalam penggeledahan tersebut, kata dia, petugas mengambil dua unit laptop, berbagai buku, sejumlah telepon seluler, dan beberapa flashdisk.

Lebih lanjut, Mubasir mengatakan SY merupakan menantu dari terduga teroris ZZ yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada tahun 2009 di rumahnya, Desa Danasri Lor.

Menurut dia, SY menikah dengan KN yang merupakan putri sulung ZZ sekitar tahun 2015, setelah terpidana kasus terorisme itu bebas dari hukuman.

Diketahui, mertua SY, yakni ZZ merupakan keponakan dari Bd yang ditangkap Densus 88 Antiteror di rumahnya, Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap pada tanggal 22 Juli 2009 atau selang satu bulan setelah penangkapan terhadap ZZ yang ditangkap pada tanggal 21 Juni 2009.

Selain Bd, dalam penangkapan di Desa Pasuruhan itu, Densus 88 Antiteror juga membawa putri Bd, yakni Rn yang diketahui sebagai istri dari gembong teroris Noordin M. Top.

Teroris SY dikenal oleh tetangganya sebagai tukang pijat dan penjual madu.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Medan

“Biasanya jualan madu. Sekarang mijat juga,” kata Tri (23), pemilik warung yang tak jauh dari rumah Sy saat ditemui, Minggu sore.

Di depan rumah Sy juga tampak sebuah papan bertuliskan “Jual Madu” yang telah memudar. Selain itu, ia dikenal bersikap ramah namun tidak aktif mengikuti kegiatan RT.

“Orangnya ramah, kalau lewat menyapa. Kemarin siang juga ke sini beli jajan kerupuk sama mie lidi. Penampilan biasa, pakaian juga biasa, pakai celana jins kalau keluar rumah. Istri cadaran. Keseharian setahu saya srawung (terbuka) dengan tetangga,” kata Tri.

“Setahu saya RT-an sudah dikasih tahu, kapan tanggalnya, hari apa, jam berapa, tapi kebetulan sedang sibuk,” tambahnya. (Ay/Antara/Kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*