foto: unnes.ac.id

foto: unnes.ac.id

Semarang, LiputanIslam.com–Perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) langsung tersita pada Raeni, wisudawati yang didorong dengan becak. Pendorong becak tersebut adalah ayah kandung Raeni, Mugiyono.

Raeni adalah wisudawan dari Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) dan penerima beasiswa Bidikmisi.  Ayahanda Raeni bekerja sebagai tukang becak yang saban hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal. Pekerjaan itu dilakoni Mugiyono setelah ia berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis.  Sebagai tukang becak, diakuinya, penghasilannya tak menentu, sekitar Rp10 ribu – Rp 50 ribu. Karena itu, ia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan.

Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Sempurna. Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96 pada 10 Juni 2014 lalu.

“Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata Raeni.

Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan, apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.

“Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” katanya.

Ia bahkan yakin, dalam waktu tak lama lagi akan terjadi kebangkitan kaum dhuafa. “Anak-anak dari keluarga miskin akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini,” katanya.

Harapan itu terasa realistis karena jumlah penerima Bidikmisi lebih dari 50.000 orang per tahun. Bidikmisi adalah program beasiswa dari Kemendiknas. Penerima beasiswa ini akan ditanggung biaya kuliah plus uang saku bulanan. Persyaratan calon mahasiswa program Beasiswa Bidikmisi antara lain lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau yang sederajat dan berprestasi secara akademik dengan peringkat 1-10 di sekolah asal calon peserta. (dw/unnes.ac.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL