Caracas, LiputanIslam.com–Sebuah rekaman video terbaru mengindikasikan para demonstran oposisi pemerintahan Nicolas Maduro membakar truk-truk bantuan AS dua minggu yang lalu.

Hal ini berkebalikan dengan klaim AS bahwa pendukung pemerintah Maduro-lah yang melakukan pembakaran tersebut.

Rekaman yang dirilis oleh New York Times pada Senin lalu memperlihatkan seorang demonstran anti-pemerintah melemparkan bom molotov yang kemungkinan menjadi pemicu api yang melahap truk. Hal ini terjadi di jembatan Francisco de Paula Santander di perbatasan Venezuela-Kolombia, pada 23 Februari.

Si pelempar bom molotov ternyata hendak melempar bom tersebut ke arah polisi yang berjaga-jaga di jembatan.

“Namun, kain yang digunakan untuk membakar bom molotov terlepas dari botol, dan malah terbang ke arah truk bantuan,” tulis Times. “Setengah menit kemudian, truk itu terbakar.”

Tak lama setelah kejadian, Washington dan oposisi yang disokong AS menuding pemerintah Maduro memerintahkan pasukan keamanan untuk membakar bantuan “makanan & obat-obatan” ketika jutaan rakyat Venezuela menderita sakit dan kelaparan akibat krisis ekonomi.

Times menulis, berdasarkan rekaman dan wawancara, klaim bahwa truk tersebut membawa “makanan dan obat-obatan” juga ternyata tidak berdasar.

Seorang pejabat oposisi yang berada jembatan mengatakan kepada Times di hari kejadian bahwa truk-truk tersebut berisi “alat-alat medis” seperti masker wajah dan sarung tangan, bukan obat-obatan.

Penyuplai utama bantuan, United States Agency for International Development, diketahui tidak memasukkan obat-obatan ke dalam daftar donasi mereka.  (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*