Sukhoi milik TNI AU

Sukhoi milik TNI AU

Jakarta, Liputanislam.com—Hanya dalam sepekan, TNI AU berhasil memaksa mendarat dua pesawat penyusup milik Australia dan Singapura. TNI AU berhasil mengatasi ancaman pelanggaran batas wilayah udara NKRI tersebut dengan mengerahkan pesawat Sukhoi. Hal ini membuktikan bahwa TNI selalu siap siaga sepanjang tahun tanpa henti, untuk menegakkan kedaulatan dan hukum di udara demi kepentingan dan keamanan nasional Indonesia.

Pesawat Sukhoi adalah produk Rusia, dengan beberapa keistimewaan, antara lain mampu membawa 8000 kg senjata, memiliki radar canggih, dan ECM (Electronic CounterMeasures) yang berfungsi untuk mengacaukan radar musuh. TNI AU memiliki satu skuadron sukhoi.

Dalam sepekan terakhir, ada dua pesawat asing yang dipaksa mendarat oleh Sukhoi TNI AU. Pesawat pertama adalah jenis beechcraft milik Australia.

Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Hadi Tjahjanto, mengatakan, “Hari ini (Rabu, 22/10), TNI AU memaksa mendarat pesawat bernomor registrasi VH RLS, jenis beechcraft, pesawat ringan. Pesawat itu dari Darwin hendak ke Cebu, Filipina.”

Seperti dikutip Detikcom, Hadi mengatakan bahwa pesawat itu tertangkap monitor radar Kohanudnas, melanggar jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. TNI AU langsung mengirimkan 2 pesawat Sukhoi untuk mengejar dan mengepung pesawat itu. Pesawat Australia itu pun mendarat di di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Pesawat kedua yang dipaksa mendarat oleh Sukhoi TNI AU adalah pesawat komersil VH-PFK asal Singapura. Pada Selasa (28/10/2014) pukul 11.00 WIB, pesawat itu dikejar dua pesawat tempur milik Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohnudnas). Akhirnya, pesawat yang melintas wilayah NKRI tanpa izin itu mendarat di bandara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat. Ketiga kru pesawat pun digelandang ke Markas TNI AU Pontianak untuk menjalani pemeriksaan.

Dua tahun lalu, Sukhoi juga pernah berjaya memaksa pesawat milik AS untuk turun. Pesawat jenis Su-27/30 dari Skuadron 11 Makassar itu memaksa Cessna 208 milik Amerika Serikat mendarat pada 30 September 2012. Sebelum mendarat, pesawat Cessna ini sudah dideteksi radar Kohanudnas dan sudah diminta mendarat di Makassar. Namun karena pilot membandel, akhirnya Su-27/30 dari Skuadron 11 Makassar meng-intercept dan memaksa pesawat Cessna ini mendarat di Lanud Balikpapan Kaltim.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL