Cape Town, LiputanIslam.com— Setelah bebas dari penjara Israel pada Minggu (29/7/18) lalu, aktivis remaja Palestina Ahed Tamimi diundang ke Afrika Selatan untuk menerima penghargaan atas keberanian dan resistensi kepada penjajahan Israel.

Penghargaan ini diumumkan oleh Zwelivelile “Mandla” Mandela, ketua Dewan Tradisional Mvezo dan cucu dari tokoh Afrika, Nelson Mandela.

Dalam sebuah pidato di acara peringatan 100 tahun hari lahir kakeknya, Mandela memuji Tamimi sebagai “simbol perlawanan Palestina”. Ia pun menegaskan komitmennya untuk “terus mendukung … gerakan kampanye Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) untuk mengisolasi rezim apartheid Israel sampai Palestina bebas.”

Mandela telah mengadvokasi remaja berusia 17 tahun itu sejak lama, misalnya saat ia menulis surat kepada Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, pasca penangkapan Ahed pada Desember tahun lalu. Dalam surat itu, Mandela menulis:

“Ahed‚ seperti kebanyakan anak muda Palestina hidup di bawah penjajahan, mereka tidak takut dalam aksi protes mereka melawan penjajahan dan menyaksikan setiap hari bagaimana orangtua mereka dipermalukan dan dijatuhkan harga dirinya di tangan IDF.”

“Kini Ahed membutuhkan kita untuk membelanya. Kami menuntut Ahed dan semua anak Palestina untuk dibebaskan dari penjara Israel sekarang,” tulis Mandela. “Anak-anak ini adalah anak-anak kita, sama seperti perjuangan mereka adalah perjuangan kita.”

Melihat dukungan besar Mandela kepada Ahed Tamimi, jurnalis Whitney Webb menilai pemerintah Israel mungkin tidak akan memberikannya izin untuk keluar dari Palestina untuk menerima penghargaan itu. Apalagi, media Israel telah menyebut Ahed sebagai “bencana bagi hubungan masyarakat Israel.”

Meskipun begitu, pemerintah Israel pernah memberikan izin bagi Ahed untuk mengunjungi Afrika Selatan. Di sana, Ahed berbicara kepada Mandela dan tokoh resistensi lainnya, dan menyatakan bahwa dia “tidak mau meniru Mandela atau Ghandi,” namun alih-alih ingin “belajar dari mereka tentang  bagaimana membebaskan kami.”

Selain penghargaan dari Zwelivelile Mandela, Tamimi juga dinominasikan dalam Penghargaan Perdamaian Tipperary atas tindakan aktivismenya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*