Sumber: rri.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Kurs rupiah pada awal pekan ini mengalami depresiasi hingga hampir menyentuh level Rp 14.500 per dolar AS. Bahkan, depresiasi rupiah diperkirakan masih akan berlanjut.

Menurut Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Piter Abdullah, melemahnya rupiah terjadi akibat kondisi ekonomi global, terutama perang dagang Amerika Serikat (AS)  dengan Cina.

Piter mengatakan, perang dagang tersebut sangat mempengaruhi sentimen pemegang modal di pasar keuangan global.

“Termasuk terhadap aliran ke Indonesia,” kata dia, Selasa (14/5).

Dalam hal ini, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan menunjukkan pelemahan. Pemicu utamanya adalah perkembangan negosiasi perang dagang antara AS dengan Cina.

Saat ini, pasar masih menunggu respon balasan Cina terhadap rencana AS yang akan menaikkan bea impor hingga 25 persen terhadap barang impor Cina senilai 325 miliar dolar AS.

Piter menilai, Indonesia harus memperhatikan kondisi ekonomi AS yang jauh lebih baik dari ekspektasi. Kondisi ini semakin meyakinkan bahwa Bank Sentral AS The Fed belum akan menurunkan suku bunga.

Selain itu, perbaikan ekonomi AS adalah mentahnya perundingan perang dagang AS dan Cina. Hal ini membuat masa depan perdagangan global kembali muram dan harga komoditas bisa kembali terpuruk.

“Perbaikan ekonomi AS menyebabkan Presiden AS Donald Trump semakin percaya diri melanjutkan perang dagang,” katanya. (sh/kontan/republika)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*