London, LiputanIslam.com—Baru-baru ini, Dewan Keamanan Nasional Agung Inggris menyetujui Huawei untuk mengambil bagian dalam pembangunan 5G. Namun, menyusul pengunduran diri PM Theresa May, keputusan ini bisa jadi ditangguhkan.

Duta Besar Cina untuk Inggris, Liu Xiaoming, pun angkat suara atas kemungkinan ini. Ia memperingatkan bahwa menolak akses 5G untuk Huawei nya akan merugikan peluang ekonomi Inggris.

Dalam wawancara dengan BBC One pada hari Minggu (7/7), Xiaoming menjanjikan sepenuhnya bahwa jika Huawei diberikan akses ke jaringan seluler generasi kelima Inggris, perusahaan ini tidak akan membocorkan informasi kepada pemerintah Cina.

“Huawei adalah perusahaan yang baik, ia adalah pemimpin 5G. Saya pikir jika Anda menolak Huawei, Anda akan kehilangan peluang besar. Saya pikir mereka ada di sini untuk kerja sama  win-win, mereka di sini bukan untuk memata-matai orang,” papar sang diplomat.

Amerika Serikat meyakini bahwa Huawei, produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia, dibiayai oleh militer Cina. Perusahaan ini dituding melakukan spionase di perangkatnya atas nama pemerintah Beijing. Sementara itu, Huawei menegaskan bahwa mereka sepenuhnya independen dari otoritas manapun.

Pemerintahan Donald Trump telah memblokir Huawei dari pasar Amerika dan mendorong negara-negara sekutunya untuk mengikuti jejaknya. Dalam kasus Inggris, Washington secara khusus mengancam untuk menghentikan kerja sama intelijen jika London mengizinkan Huawei mendapatkan akses 5G.

Demi memadamkan kecurigaan dan menjalin kontrak 5G yang menguntungkan, Huawei telah menawarkan perjanjian “no-spy” (anti spionase) dengan pemerintah asing, termasuk Inggris. (ra/sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*