pangkalan as di djiboutiDjibouti, LiputanIslam.com — Negara kecil Djibouti dikabarkan telah memerintahkan AS untuk meninggalkan pangkalan militernya di Obock untuk digantikan dengan militer Cina. Diperkirakan jumlah personil militer di pangkalan ini akan mencapai 10.000 pasukan.

Namun AS masih memiliki satu pangkalan militer lagi di Camp Lemonnier.

“Pengumuman itu, yang dibuat setelah kunjungan Menlu AS  John Kerry ke Djibouti bulan Mei lalu, sangat mengkhawatirkan AS, terutama karena hal ini terkait dengan investasi ekonomi besar-besaran Cina yang telah dikatakan secara terbuka oleh Presiden Ismaïl Omar Guelleh,” tulis majalah CounterPunch, Senin (17/8).

Menurut laporan itu pangkalan yang akan ditinggalkan itu selama ini menjadi basis bagi 4.000 pasukan dan armada pesawat-pesawat drone pembunuh yang menjalankan misi-misinya di beberapa negara Muslim sekitar.

Negara yang terletak di ‘Tanduk Afrika’ ini berada di tempat yang strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Laut Merah dan merupakan negara pelabuhan yang paling penting di kawasan.

Disebutkan bahwa AS membayar $63 juta per-tahun sebagai sewa untuk pangkalan itu. Cina dikabarkan telah menawarkan investasi besar-besaran di negara itu berupa jalur kereta api senilai $3 miliar antara ibukota Ethiopia Addis Ababa dan Djibouti.

“Cina juga menginvestasikan $400 juta bagi modernisasi pelabuhan Djibouti,” tulis CounterPunch.

Menurut laporan itu, hal ini kemungkinan akan mendorong pemerintah AS untuk melancarkan kampanye pergantian regim dengan dalih demokrasi di Djibouti.

Sementara itu media Inggris Daily Telegraph pada bulan Mei lalu juga menyoroti investasi besar-besaran Cina di negara ini. Hal ini akan memaksa AS untuk memindahkan fasilitas inteligen yang sensitif ke lokasi baru yang aman dari pengamatan Cina.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL