Sumber: kumparan.com

Bandung, LiputanIslam.com– Penceramah Rahmat Baequni pada Jumat (21/6) melalui rekaman suara menyampaikan permintaan maaf atas kasus hoaks yang ia lakukan. Dalam ceramahnya beberapa waktu lalu, Rahmat menyebutkan bahwa petugas KPPS meninggal karena diracun.

“Saya meminta maaf kepada aparat kepolisian Republik Indonesia dan kepada masyarakat termasuk kepada KPU, bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks,” ucapnya.

Menurut Rahmat, dalam ceramah itu dirinya hanya mengutip informasi yang dia dapat dari media sosial. “Saya hanya mengutip berita yang saat itu beredar di media sosial di Instagram, yang beberapa orang, semua orang pun bahkan di majelis itu juga pada mengatakan bahwa ‘iya tahu’ bahwa ada informasi seperti itu,” katanya.

Ia juga membantah bahwa dirinya menyebarkan hoaks. “Saya Rahmat Baequni yang selama ini menjadi viral bahwa saya dituduh menyebarkan berita hoaks tentang anggota KPPS yang saya mengatakan mereka mati diracun.Sekali lagi demi Allah saya bersumpah atas nama Allah bahwa saya tidak bermaksud menyebarkan hoaks itu,” ungkapnya.

Baca: Ucapkan Hoaks Anggota KPPS Diracun, Ustaz Rahmat Baequni Ditangkap

Sementara Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menagatakan bahwa Rahamat untuk sementara  belum ditahan karena masih menjalani proses penyidikan. “Sejauh ini kita masih belum 1×24 jam, masih berproses untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya di Mapolda Jabar, Bandung, pada Jumat (21/6).

“Kita juga dari tim penyidik nanti akan meminta pendapat ahli, khusunya ahli pidana maupun ahli bahasa,” ungkap Turno.

Jika terbukti bersalah, Rahmat dapat dikenakan pasal 14 dan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 dan juga terkait dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan terhadap Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 yaitu tentang ITE dan atau pasal 207 KUHP pidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. (aw/kumparan/detik).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*