Sumber: liputan6.com

Pekalongan, LiputanIslam.com— Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivisi Regional Pekalongan, Jawa Tengah, mengusulkan agar pemerintah daerah membentuk tim pengendali inflasi di setiap kecamatan.

Kepala Bulog Sub Divisi Regional Pekalongan Ari Apriansyah mengatakan, pembentukan tim pengendali inflasi dilakukan untuk mencegah kenaikan harga bahan pokok.

Baca: BI: Inflasi Pekan Pertama November 0,01 Persen

“Ini sebagai langkah cepat untuk mencegah harga bahan kebutuhan pokok naik terlalu tinggi di pasaran,” kata Ari di Pekalongan, Sabtu (9/11).

Ari menyampaikan, dengan dibentuknya tim pengendali inflasi, suplai bahan makanan pokok bisa terjamin langsung ke masyarakat. Langkah ini juga merupakan intervensi kondisi pasar menjelang akhir tahun.

Dia memprediksi, harga beras akan naik pada pertengahan November 2019 karena permintaan akan meningkat dan panen raya sudah mulai berhenti.

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI), inflasi pada awal November ini sebesar 0,1 persen secara bulanan dan 2,96 persen secara tahunan.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, langkah yang telah dilakukan Bulog adalah menjual beras secara langsung ke pasar melalui jaringan ritel Bulog, yaitu Rumah Pangan Kita (RPK).

“RPK jumlahnya mencapai ribuan di wilayak eks-Keresidenan Pekalongan,” ucapnya.

Dia menuturkan, saat ini ketersediaan beras Bulog sangat melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua tahun ke depan.

“Cukup untuk cadangan sealam dua tahun ke depan. Bahkan, kami juga turut membantu meyuplai beras,” tuturnya. (sh/kompas/tempo)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*