Sumber: medcom.id

Jakarta, LiputanIslam.com— Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan Bulog gagal mengekspor beras tahun ini karena harga beras terlalu mahal.

Buwas menyampaikan, harga jual beras yang ditawarkan Indonesia lebih tinggi dari harga di pasar internasional. Harga beras Indonesia dijual di kisaran Rp 8.000 per kilogram (kg), sedangkan harga beras di pasar internasional hanya sekitar Rp 6.200 per kg.

“Jadi tidak mungkin bersaing, patokannya kalau ekspor pasti harus harga internasional,” kata Buwas di Jakarta, Kamis (4/7).

Baca: CIPS: Ekspor Beras Dapat Dimanfaatkan Untuk Diplomasi

Menurut Buwas, sebenarnya banyak negara luar membutuhkan beras Indonesia, namun terkendala dengan harga sehingga tidak bisa bersaing dengan negara lain.

“Sebenarnya yang membutuhkan beras kita banyak (ekspor). Tapi tidak ada yang mau karena mahal,” ucapnya.

Dia menuturkan, selain harga tidak ada kendala lain yang menghadang ekspor beras. Sebab, kualitas beras Indonesia relatif sama dengan beras negara lain. Akan tetapi, kualitas hasil beras Indonesia yang baik itu butuh ongkos produksi yang lebih tinggi dibandingkan negara lain. Sebab, pemanfaatan teknologi pertanian belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik.

“Cost produksi kita mahal karena masih banyak gunakan cara konvensional tenaga manusia dibanding Vietnam dan Thailand yang sudah mekanisasi, ini akibatnya kita tidak kompetitif pada harga,” tuturnya.

Untuk itu, dia akan berbicara dengan Kementerian Pertanian agar bisa menekan harga produksi beras domestik sehingga harga jualnya bisa bersaing di pasar internasional. (sh/cnbcindonesia/cnnindonesia/medcom) .

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*