Budi GunawanJakarta, LiputanIslam.com – Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisaris Jenderal Budi Gunawan tetap menjalani fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) hari ini di gedung DPR. Di hadapan Komisi III DPR, ia membeberkan asal usul hartanya yang dinilai tidak wajar oleh berbagai pihak.

Budi mengaku sudah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) pertama kali pada 2008. Namun saat itu ada beberapa harta benda yang surat kepemilikannya belum selesai. Karena itu, ia pun tidak menyertakan surat kepemilikannya tersebut dalam LHKPN. Namun kewajibannya untuk menyerahkan surat kepemilikan ke LKPHN dituntaskan pada 23 Juni 2013.

“Pada 23 Juni saya kembali menyerahkan LHKPN dengan nilai yang telah mengalami peningkatan akibat adanya penyesuaian karena peningkatan nilai jual objek pajak dan ada barang yang telah dilengkapi surat-suratnya. Sehingga otomatis (harta) mengalami peningkatan,” kata Budi di saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI, Rabu, 14 Januari 2015, seperti dilansir detik.com. Budi pun meyakinkan bahwa semua hartanya didapatkan secara sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Seperti yang ditayangkan Kompas TV, pada sesi tanya jawab, anggota fraksi dari PDI Perjuangan yang diberikan kesempatan untuk bertanya, mengungkapkan kegalauan yang dirasakannya.

“Kemarin, Bapak ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, salah satu lembaga penegak hukum di negeri ini. Lalu pagi ini, Bapak datang dengan sebuah surat dari Badan Reserse Kriminal Polri, yang menyatakan bahwa kasus rekening gendut sudah selesai pada tahun 2010, dan Anda dinyatakan tidak masalah. Bagaimana bisa terjadi seperti ini, masing-masing penegak hukum memberikan keterangan yang berbeda? Jika Bapak terpilih sebagai Kapolri, apa yang akan Anda lakukan untuk mensinergikan antar lembaga hukum?”

Selain itu, ia juga mempermasalahkan atas berlarut-larutnya penuntasan kasus korupsi oleh instansi kepolisian. Seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, masih bebas berkeliaran dan beraktivitas dengan normal.

Saat berita ini diturunkan, fit and proper test calon Kapolri masih berlangsung. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*