Sumber: kompas.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menilai, surplus neraca perdagangan pada Mei 2019 belum ideal meskipun memberikan sinyal positif bagi perekonoian Indonesia.

Suhariyanto mengatakan, jika melihat struktur neraca perdagangan pada bulan tersebut, kinerja ekspor secara tahunan tercatat mengalami penurunan begitupula dengan nilai impornya.

“Jadi ini memang surplus, tetapi tidak dalam posisi ideal,” kata dia, Senin (24/6).

Baca: BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus 210 Juta Dolar AS

Dia menyampaikan, masih banyak yang perlu dibenahi untuk mendorong kinerja neraca perdagangan. Akan tetapi, saat ini perekonomian global tengah mengalami pelambatan.

Dia menuturkan, upaya pemerintah untuk menggenjot ekspor sendiri masih terbentur beberapa faktor eksternal seperti perang dagang serta harga komoditas yang fluktuatif dan cenderung menurun.

“Tadi seperti saya bilang upaya menggenjot ekspor tantangannya luar biasa. Jika negara-negara utama seperti China dan Singapura permintaan mereka lemah tentu berpengaruh (terhadap total nilai ekspor),” tuturnya.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2019 sebesar 68,46 miliar dolar AS atau menurun 8,61 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sementara untuk impor, secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2019 tercatat sebesar 70,60 juta dolar AS atau turun 9,23 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. (sh/ekonomi.bisnis/liputan6)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*