Sumber: republika.co.id

Jakarta, LiputanIslam— Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok akan menyumbang inflasi.

Kepala BPS Suhariyanto berharap pengaruh kenaikan tarif cukai terhadap pengingkatan angka inflasi tidak besar.

“Ada (pengaruhnya ke inflasi) tapi mudah-mudahan enggak besar,” kata Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/9).

Baca: Peneliti: Pemerintah Harus Kaji Ulang Tarif Cukai Rokok

Dia menuturkan, pihaknya masih belum bisa memprediksi dampak menyeluruh dari kenaikan tarif cukai dan harga jual eceran rokok tersebut.

“Belum tahu dampaknya seberapa jauh, kami harus melakukan exercise dulu. Mudah-mudahan tidak terlalu besar,” ujarnya.

Dia menyampaikan, setiap bulannya rokok menyumbang inflasi dari sisi kelompok administered price. Namun, angkanya tidak besar hanya 0,01 persen.

“Setiap bulan kan ada kenaikan, tapi tipis ya kontribusinya,” ucapnya.

Pemerintah akan memberlakukan kenaikan tarif rokok mulai 1 Januari 2020 dengan rata-rata 23 persen sehingga harga jual naik 35 persen. keputusan tersebut akan dimasukkan dalam Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan). (sh/liputan6/cnbcindonesia)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*