Sumber: republika.co.id

Serang, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat pengangguran terbuka meningkat sebesar 50.000 orang dari Agustus 2019 sebesar 7 juta orang menjadi 7,05 juta orang pada Agustus 2019.

BPS menyebutkan tingkat pengangguran tertinggi terjadi di Provinsi Banten dengan tingkat pengangguran sebesar 8,11 persen. Presentase tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 490,8 ribu orang di Banten menganggur.

Baca: Pengangguran Meningkat, BPS: Paling Banyak Lulusan SMK

“Angka pengangguran di Banten menempati peringkat pertama terbesar nasional,” kata Kepala BPS Banten Adhi Wiriana di Banten, Selasa (5/11).

Adhi mengatakan, tingkat pengangguran di Banten didominasi oleh lulusan SMK dengan presentase sebesar 13,03 persen.

Secara wilayah, pengangguran terbanyak terjadi di Kabupaten Serang sebesar 10,54 persen disusul Kabupaten Tangerang. Di Pandeglang, jumlah pengangguran meningkat dari 8,33 persen menjadi 8,71 persen.

Menurut Adhi, tingginya angka pengangguran di Banten terjadi karena kemarau yang panjang sehingga petani tidak bisa menanam dan akhirnya menganggur. Selain itu, beberapa industri merumahkan karyawan dan peralihat industri mengakibatkan jumlah pengangguran meningkat.

Dia mencontohkan, perusahaan Sandratex di Tangerang Selatan tutup dan karyawan di Krakatau Steel (KS) dirumahkan. Hal ini membuat angka pengangguran di Banten bertambah.

“Peralihan industri di Tangsel pindah, Sandratex tutup mengakibatkan angka pengangguran meningkat,” ujarnya. (sh/merdeka/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*