Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2019 sebesar 0,68 persen. Inflasi secara tahun kalender Januari sampai Mei sebesar 1,48 persen. Sedangkan secara tahunan tercatat 3,32 persen.

“Dengan memperhatikan target inflasi pemerintah 3,5 persen bisa saya simpulkan inflasi Mei terkendali,” kata Kepala BPS Suhariyanto, Senin (10/6).

Baca: Darmin Prediksi Inflasi Ramadan di Kisaran 0,5-0,6 Persen

Suhariyanto mengatakan, inflasi Mei 2019 dipengaruhi kenaikan harga saat Ramadan dan Lebaran. Oleh karena itu, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 0,37 persen, inflasi Mei 2019 tercatat lebih besar.

Dia menyampaikan, inflasi tersebut terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,02 persen secara bulanan dengan andil 0,43 persen. secara rinci, cabe merah menyumbang 0,1 persen, daging ayam ras 0,05 persen, bawang putih 0,05 persen, dan ikan segar 0,04 persen.

“Ini bisa dimaklumi karena masuk ramadan dan jelang lebaran,” ucapnya.

Dia menilai, meskipun masuk pada momen Ramadan dan Lebaran, inflasi Mei masih termasuk kategori terkendali.

“Target yang dipasang oleh pemerintah adalah 3,5 persen, dengan memperhatikan target ini saya akan simpulkan bahwa inflasi Mei 2019 terkendali,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan BPS di 82 kota, 81 kota tercatat mengalami inflasi dan satu kota mengalami deflasi.

“Hanya satu kota yang mengalami deflasi yaitu di Merauke. Merauke deflasi karena penurunan harga berbagai komoditas sayuran dan beras,” tegasnya. (sh/cnnindonesia/liputan6)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*