Syria militants already discussed where to bomb in US, Europe

Setidaknya sepuluh orang tewas akibat dua bom mobil menghantam sebuah pos perbatasan militan – diselenggarakan di provinsi Suriah barat laut dari Idlib , kata aktivis oposisi.  Perbatasan ditutup setelah ledakan terjadi pada hari Senin (20/1)

Persimpangan Bab al -Hawa dkontrol oleh Islamic Front, yang telah berperang dengan ISIS dan Lavent. Tidak jelas siapa yang menanam bom. Seorang aktivis Suriah di Bab al -Hawa mengatakan bahwa dua bom mobil meledak berjarak kurang lebih 10 menit. Kantor gubernur di provinsi Hatay, Turki mengatakan ledakan itu terjadi di perbatasan Suriah. Juru bicara Cahit Dogan mengatakan tidak ada laporan kerusakan atau cedera dari pihak Turki.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah sebuah bom mobil meledak yang menewaskan 26 orang  di kota timur Jarablus dan aktivis yang dituduh melakukannya adalah kelompok teroris ISIS. Pertikaian antara kelompok-kelompok militan telah memicu bentrokan internal yang paling berdarah dalam sejarah perang hampir 3 tahun Suriah .

Sementara itu militan Inggris di Suriah yang sedang dilatih oleh al- Qaeda ternyata tidak hanya untuk melawan pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad , tetapi juga melakukan serangan atas nama kelompok garis keras ketika mereka pulang kampung kelak.

Menurut wawancara yang dilakukan oleh British Daily Telegraph, Senin (20/1)  seseorang yang telah membelot dari ISIL menyampaikan bahwa militan lain yang direkrut dari Eropa dan Amerika Serikat juga sedang dilatih untuk membuat bom mobil sebelum kembali ke kampung halamannya untuk memulai membentuk aksi teror. Mereka sering membicarakan tentang serangan teroris.

“Kami  bangga dengan peristiwa  9/11 dan pemboman London. Para mujahidin Inggris , Perancis dan Amerika di dalam ruangan mulai berbicara tentang tempat-tempat yang ingin bom ataupun melakukan bom bunuh diri di Eropa dan Amerika Serikat.

“Militan dari  Amerika mengatakan dia bermimpi meledakkan Gedung Putih.”

Sumber tersebut menyebutkan bahwa ISIL yang lahir dari organisasi Al Qaeda merupakan organisasi garis keras yang tidak sesuai dengan ajaran Islam

“Ajaran oleh jihadis yang lebih tua sangat garis keras. Saya harus mengubah apa yang saya pahami tentang Islam sebelumnya untuk bisa menerima mereka.”

Puluhan ribu pejuang asing telah memasuki perang di Suriah , termasuk sampai dengan 500 orang dari Inggris. Liputan media mainstream atas Suriah yang telah lama dikritik oleh pemerintah Suriah yang tidak menunjukkan fakta syang sebenarnya dari perang yang sedang berkecamuk dianggap sebagai  salah satu alasan utama – berkontribusi terhadap banyaknya orang yang  bergabung dengan kelompok garis keras.
The Telegraph menulis,

“Banyak dari relawan asing telah datang ke Suriah dengan niat yang tulus, tergerak hatinya karena gambar anak-anak dan perempuan dibunuh oleh rezim Assad dan mereka datang untuk membela saudara muslim mereka.”

Al – Qaeda, serta kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan oposisi yang didukung negara asing di Suriah  membuat video propaganda dan disebarkan secara masif untuk menggiring pemahaman publik bahwa Tentara Suriah yang telah berkorban jiwa raga untuk mempertahankan negara – adalah sosok yang paling  kejam karena membunuh rakyat sipil. Perang di Suriah dimulai pada Maret 2011, ketika protes pro – reformasi berubah menjadi pemberontakan besar-besaran menyusul intervensi dari negara-negara Barat dan regional. Lebih dari 130.000 orang tewas dan jutaan mengungsi dalam suasana kacau. (Liputan Islam/ Al Alam/ AF)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL