Washington, LiputanIslam.com–Pemilu AS pada tahun ini kemungkinan akan diintervensi oleh negara-negara seperti Rusia, Cina, Korea Utara, dan Iran. Demikian kata Penasehat Keamanan Nasional John Bolton, tanpa memberikan bukti apapun.

“Saya dapat katakan secara definitif bahwa ini adalah urusan keamanan nasional yang tengah kami coba cegah, yaitu campur tangan dari Cina, Iran, dan Korut. Jadi ini benar-benar mengenai 4 negara ini,” kata  Bolton dalam wawancara dengan program ‘This Week’ pada Minggu (19/8/18)

Pernyataan ini dikatakan Bolton ketika ditanyai penjelasan mengenai tweet Presiden AS Donald Trump yang berisi kritikan sang presiden kepada “orang-orang bodoh” yang hanya menyalahkan Rusia atas intervensi pemilu, padahal terdapat ancaman juga dari Cina.

Ketika ditanya apakah sebenarnya yang dilakukan Cina atas pemilu AS di masa lalu, Bolton menghindari pertanyaan, dan hanya meyakinkan si wartawan bahwa 4 negara ini merupakan ancaman bagi negara.

“Saya kayakan kepada Anda, untuk pemilu 2018, empat negara itu paling mengkhawatirkan bagi kami,” tegas Bolton.

Dengan pemilu November semakin dekat, histeria isu intervensi pemilu semakin kuat di antara para pejabat dan figur publik Amerika. Misalnya, Direktur Intelijen Nasional Dan Coat mengklaim Rusia tengah mengupayakan peretasan dalam pemilu. Aktivis dan aktris sayap kiri, Alyssa Milano, menyalahkan Rusia atas kekalahan Demokrat di Ohio, dan sebagainya.

Selain Rusia, Iran pun dituduh tengah menyupauakan pencurian dokumen-dokumen rahasia. “Tentara peretas” dari Korut dituding sedang bekerja untuk negara mereka. Sedangkan beberapa politisi menuduh Cina memiliki “strategi jangka panjang untuk menggantikan AS sebagai nagara paling kuat dan berpengaruh di dunia.” (ra/rt)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*