Sumber: Satu Harapan

Praha, LiputanIslam.com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Pemerintah Ceko membahas pembicaraan terkait kepulangan para kombatan teroris asing (Foreign Terrorist Fighters/FTF) ISIS dan keluarganya dari Suriah ke negara asal.

Pembicaraan terkait kerja sama tersebut dilaksanakan Kepala BNPT Suhardi Alius saat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Dalam Negeri republik Ceko Jakub Kulhanek di kantornya, Praha, Jumat (29/11) lalu.

“Tentunya penting sekali bagi Indonesia untuk menjalin kerjasama dalam rangka berbagi informasi dengan Republik Ceko ini guna mencari solusi terkait penanganan FTF tersebut,” kata Kepala BNPT Suhardi Alius, dalam pertemuan tersebut. Dalam pertemuan itu, Kepala BNPT didampingi Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Budiono Sandi dan Direktur Kerjasama Bilateral Kris Erlangga.

Suhardi mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia sendiri sampai saat ini juga belum mengambil keputusan politik untuk menerima kembalinya FTF dari medan konflik walaupun Indonesia memiliki sekitar 500 FTF di Suriah termasuk wanita dan anak-anak.

Baca juga: Program Deradikalisasi BNPT Adalah Reedukasi

Sementara itu Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Ceko, Jakub Kulhanek yang dalam kesempatan tersebut didampingi antara lain oleh Direktur Dinas Intelijen Republik Ceko sangat senang bisa bertemu dengan Kepala BNPT. Menurutnya masalah terorisme ini telah menjadi masalah global yang hanya bisa diatasi melalui kerjasama internasional

“Walaupun letak geografi antara Ceko dan Indonesia sangat jauh, namun seluruh dunia mengakui bahwa teroris tidak mengenal batas negara. Seluruh komunitas internasional dituntut untuk bekerjasama dalam memerangi terorisme. Dan kami bersyukur bisa melakukan pertemuan dengan pemerintah Indonesia,” kata Jakub Kulhanek.

Dirinya mengatakan bahwa Republik Ceko sangat berharap dapat bekerjasama lebih serius dengan pemerintah Indonesia. Bahkan draft MoU yang disampaikan oleh BNPT telah dipelajari dan dikoreksi di beberapa pasalnya. Pemerintah Ceko sedang menyusun bentuk penandatanganan kesepakatan kerjasama lebih luas yang tidak hanya mencakup terorisme, karena selama ini Indonesia dan Republik Ceko juga telah menjalin kerjasama antar-kepolisian terutama dalam bidang penanganan pencarian DPO dan orang hilang. (Ay/Antara/Republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*