Sumber: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Deputi Bidang Kerjasama Internasional dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Andhika Chrisnayudhanto, mengatakan belum ada keputusan nasional terkait repatriasi atau pemulangan warga negara Indonesia mantan kombatan ISIS yang berada di Suriah.

“Masalahnya, memang belum ada keputusan nasional untuk pemulangan. Semua persiapan belum bisa dilakukan karena belum ada putusan nasional,” jelas Andhika saat dijumpai usai acara seminar bertajuk ‘Countering and Preventing Violent Extremism and Radicalization yang digelar Kedutaan Besar Denmark di Jakarta, Rabu (20/11).

Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki alat untuk menerima kepulangan mantan kombatan ISIS asal Indonesia berupa undang-undang dan program-program deradikalisasi, namun harus tetap menunggu keputusan nasional.

“Kita baru bisa bergerak apabila sudah ada keputusan nasional,” jelasnya.

Sebelumnya, Wacana pemulangan warga negara Indonesia (WNI) yang terasosiasi dengan konflik di Suriah dan Irak telah memicu perdebatan di kalangan publik dan pengambil kebijakan.

Terkait hal itu, pemerintah Indonesia memiliki setidaknya tiga opsi untuk upaya penanganan dan pemulangan para WNI simpatisan ISIS tersebut, kata peneliti The Habibie Center Nurina Vidya Hutagalung di Jakarta, Jumat.

“Ada tiga skenario pilihan kebijakan yang dapat diambil pemerintah Indonesia terkait wacana pemulangan WNI simpatisan ISIS, yaitu pemulangan seluruhnya, pemulangan sebagian, atau sama sekali tidak ada pemulangan,” ujar Vidya.

Baca juga: Pascabom Medan, Densus Amankan 71 Terduga Teroris di Seluruh Wilayah

Vidya memaparkan ketiga pilihan kebijakan tersebut. Pertama, pemerintah dapat berupaya memulangkan seluruh WNI yang terdata di Suriah, baik kombatan yang berada di tahanan maupun anggota keluarga perempuan dan anak-anaknya.

Pilihan kedua, pemerintah Indonesia dapat tidak memfasilitasi dan menolak pemulangan WNI simpatisan ISIS.

Pilihan ketiga, pemerintah Indonesia dapat memulangkan dulu hanya perempuan dan anak-anak yang berada di kamp-kamp pengungsian dan membiarkan para kombatan asal Indonesia yang berada di tahanan untuk sementara waktu. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*