Sumber: muhammadiyah.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Muhammadiyah dalam upaya memberantas dan mencegah perkembangan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Kerjasama antar dua institusi tersebut terjalin dalam nota kesepahaman (MoU) yang di tandatangani di Aula KH Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dawah Muhammadiyah Jakarta, pada Jumat (16/8).

“Artinya dengan kerjasama ini amal Muhammadiyah juga akan bertambah. Yakni bagaimana ikut mensukseskan program penanggulangan penyakit yang sangat kronis dan masif. Masif, sistematik dan struktur. Nah Narkotika ini yang masif, sistematik dan terstruktur,” ucap Haedar Nashir selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Menurut Haedar, kasus narkoba merupakan ancaman serius yang di hadapi Indonesia hari ini. Narkoba adalah penyakit yang merusak masyarakat dan mengancam masa depan bangsa. Bahkan pada 2019 ini, ada sekitar 3,6 juta yang mengidap kecanduan narkoba dengan berbagai jenisnya.

“56% diantaranya karena pengaruh coba-coba dan ikut-ikutan. Sebagian besar dari angka tersebut didominasi oleh remaja. Hal tersebut menjadi gawat darurat bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Baca: Muhammadiyah Gelar Liga Hizbul Wathan Sebagai Dakwah Kultural

Sementara Kepala BNN Komjen Pol Drs Heru Winarko SH menjelaskan bahwa peredaran narkoba di Indonesia yang mencapai 80-90% adalah berasal dari luar negeri. Bahkan sebagian besar penghuni lapas adalah terjerat kasus narkoba. “Di Lapas itu hampir 70% Narkoba. Dari 70% itu 30%-nya pengguna,” ungkapnya. (aw/SM/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*