isil1(Rakyat Suriah Tetap Dukung Pemerintah)

Damaskus, liputanislam.com — Anak yang tidak dikehendaki kelahirannya. Mungkin itu adalah istilah yang tepat tentang hubungan antara kelompok teroris yang tengah mengguncangkan negara Suriah dan Irak, Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), dengan induknya, Al Qaida.

Meski telah menjadi pengatahuan umum bahwa ISIL adalah “anak kandung” Al Qaida, namun yang terakhir ini ternyata tidak mengakuinya.

“Al Qaida mengumumkan tidak memiliki hubungan dengan ISIL, tidak mendapat informasi tentang pembentukannya dan tidak menerima (kelahirannya),” tulis Al Qaida sebagaimana dimuat dalam beberapa situs milik kelompok-kelompok takfiri hari Minggu (2/2).

“ISIL bukanlah cabang dari Al-Qaeda, tidak memiliki kaitan dengannya dan Al-Qaeda tidak bertanggungjawab atas tindakan-tindakannya,” tambah pernyataan tersebut.

Pengumuman tersebut merupakan kelanjutan dari perintah yang dikeluarkan pemimpin Al Qaida Ayman al-Zawahiri beberapa waktu sebelumnya yang memerintahkan ISIL untuk membubarkan diri dan kembali ke Irak seraya menunjuk Al-Nusra Front (saingan ISIL dalam konflik di Suriah) sebagai cabang resmi Al-Qaeda.

Selama berbulan-bulan kelompok-kelompok pemberontak Suriah terlibat dalam persaingan perebutan pengaruh yang berujung pada konflik bersenjata yang mematikan. Bila sebelumnya persaingan terjadi terutama antara kelompok-kelompok pemberontak yang beridiologi nasionalis-moderat-sekuler dengan kelompok-kelompok ekstremis Islam, saat ini persaingan sengit justru terjadi antara kelompok-kelompok ekstremis Islam seperti al Nusra Front dengan ISIL.

Rakyat Suriah Demo Besar-besaran Dukung Pemerintah

Bila sementara para pemberontak terlibat dalam persaingan sengit, pemerintah Suriah justru mendapat dukungan rakyatnya. Sebagaimana ditunjukkan dengan aksi demonstrasi besar-besaran mendukung pemerintah yang digelar di Damaskus dan Nabek, hari Minggu (2/2).

Aksi dukungan tersebut berlangsung ketika tentara Suriah tengah mengintensifkan serangana terhadap pemberontak dan berhasil mengusir mereka dari kawasan perkebunan Rima di wilayah pegunungan Qalamoun. Wilayah ini merupakan kawasan strategis karena berada di dekat jalan raya yang menghubungkan Damaskus dengan Homs.(ca/almanar/afp)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL