Sumber foto: tempo

Sumber foto: tempo

Jakarta, LiputanIslam.com — Direktur Jenderal Permasyarakatan Handoyo Sudrajat mengatakan lembaganya segera menggelar sidang tim pengamat permasyarakatan. Sidang ini untuk merespons beredarnya gambar terpidana terorisme 15 tahun penjara Abu Bakar Ba’asyir yang  berbaiat kepada khalifah Al-Baghdadi, pemimpin kelompok ekstremis Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Sekarang masih libur, Senin baru masuk, sedini mungkin akan kami lakukan sidang itu,” kata Handoyo ketika dihubungiTempo, Sabtu, 2 Agustus 2014.

Sebelumnya, Liputan Islam telah mengabarkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai, mengungkapkan pada Senin, 14 Juli 2014, terkait Ba’asyir yang telah aktif membantu ISIS dalam beberapa bulan terakhir.

“Ba’asyir mengklaim bahwa ia tidak melakukan  ba’iat [sumpah setia] untuk pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi. Namun itu hanyalah tipu muslihat. Pada kenyataannya, ia dan jaringannya terlibat dalam menggalang dana dan merekrut jihadis untuk untuk ISIS,” kata Ansyaad.

“Kami telah berhasil mencegah pengikut Ba’asyir yang hendak meninggalkan tanah air untuk bergabung dengan kelompok ISIS. Dengan menginterogasi mereka, kami menemukan keterlibatan antara pendukung Ba’asyir dengan ISIS.

Saat itu, BNPT memperkirakan setidaknya ada 30 orang Indonesia yang telah terlibat dalam gerakan terorisme di Irak dalam naungan kelompok ISIS. Juga, dengan kelompok Jabhat Al-Nusra di Suriah yang masih beraffiliasi dengan Al-Qaeda.

Ansyaad mengatakan deklarasi dukungan Ba’asyir terhadap ISIS akan memotivasi gerakan militan radikal [di Indonesia] untuk menggalang  dana lebih banyak dan bergabung dengan kelompok teroris tersebut. Menurutnya, dukungan Ba’asyir ini juga  akan membantu menyatukan elemen-elemen dari berbagai kelompok ekstremis untuk bersatu di bawah bendera “Khilafah Islam” ala ISIS.

Foto itu (lihat diatas),  menampilkan Ba’asyir bersama 13 orang lainnya yang diduga anggota ISIS. Satu di antara mereka terlihat membentangkan bendera ISIS berwarna hitam. Foto itu diambil di sebuah ruangan lebar berlantai kayu. Ba’asyir duduk diapit para pria itu dan mereka mengenakan pakaian putih.

Menurut Handoyo, pihaknya sedang memastikan di mana lokasi foto tersebut diambil. “Sedang dicek lokasinya di sebelah mana Lapas.” Handoyo juga sudah meminta Direktur dan Kepala Unit Pelaksana Tugas untuk meningkatkan pengawasan terhadap para terpidana terorisme.

Apabila dibutuhkan, kata Handoyo, lembaganya bisa saja melarang Ba’asyir dan komplotannya untuk menerima tamu dan melakukan penggeledahan. “Saat ini belum ada laporan, gambar itu diambil oleh siapa,” ujar Handoyo.

Seperti laporan  Tempo, anggota organisasi pendukung ISIS, Forum Aktivis Syariat Islam (FAKSI), secara teratur bertemu Ba’asyir di LP Nusakambangan. Anggota-anggota FAKSI ini diketahui sebagai jaringan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) yang didirikan Ba’asyir.

Dugaan sementara, kata Handoyo, ada yang menyelundupkan kamera atau ponsel ke dalam. Untuk itu, kata dia, penggeledahan akan dilakukan. “Mereka punya banyak cara untuk menyelundupkan itu,” ujarnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL