Sumber: ayosemarang.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan bahwa pihaknya meminta dukungan masyarakat dalam upaya memberantas  hoaks dan ujaran kebencian. Sebab, menurutnya pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendirian.

“Kami selaku pengemban, penegak hukum, Polri menyadari tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan,” ucapnya di Jakarta pada Rabu (16/10).

Ia mencontohkan edukasi dalam menggunakan media sosial yang baik dan bijak juga bisa dilakukan oleh sesama masyarakat. Misalnya, saling mengingatkan agar tidak menyebarkan hoaks. “Ingin ada ada edukasi penggunaan media sosial yang terus digencarkan kepada masyarakat khususnya kaum milenial,” katanya.

Terlebih bahaya hoaks tak hanya bisa membuat kebencian antarsesama, namun juga membuat orang kehilangan nyawa. Berita bohong atau hoaks memang erat dengan era digital 4.0. Karena itu, kalau tidak dikelola dengan baik, era digital ini bahaya.

Baca: Kepala BKN: Akan Ada Tim Khusus Awasi PNS Radikal

“Contoh Papua. Bagaimana ada gambar screenshoot korban Tolikara, setelah kami selidiki, ternyata itu kejadian sudah lama sehingga Papua, Papua Barat bergejolak. Setelah didalami ada yang setting memanfaatkan momentum sidang PBB. Dampaknya bukan hanya menebar kebencian tapi banyak nyawa hilang di sana,” terangnya. (aw/ayosemarang/antara).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*