Foto: Dimas Nugroho

Foto: Dimas Nugroho

Solo, LiputanIslam.com — Bendera hitam ala Al-Qaeda obrak-abrik Car Free Day Solo, Minggu, 15 Juni 2014. Dari foto yang diunggah oleh akun @DIM_NUGROHO di Twitter, terlihat ratusan masa yang berpakaian khas pendukung Al-Qaeda berseliweran di jalanan.

Tampak beberapa orang berorasi diatas kendaraan dengan bak terbuka dan mengibarkan 2 buah bendera hitam yang sering digunakan oleh teroris Al-Qaeda dan affiliasinya di seluruh dunia.

Kronologis kejadian disampaikan secara rinci oleh Dimas Nugroho, saksi mata kejadian tersebut  dalam akun twitternya @DIM_NUGROHO.

  1. Pukul 8.15  saya dan  teman saya @Getihwedus sedang berada di CFD Solo, 15 menit sebelum CFD selesai.
  2.  Sekitar 100 meter dari tempat saya berjalan tampak kibaran bendera hitam beserta rombongan melintas melewati sebuah acara musik di pinggir Jl. Slamet Riyadi (tepatnya di depan selter bis daerah Sriwedari), saya mulai mendekat ke acara itu.
  3. Saya tidak tahu bahwa ternyata rombongan itu adalah ormas radikal, saat mereka mulai melewati kerumunan penonton, mereka menyuruh minggir para penonton acara dengan kasar, pemain band pun langsung menghentikan permainan mereka.
  4. Setelah musik berhenti, ormas tersebut meneriakkan nama Tuhan, lalu tiba-tiba sebagian rombongan ormas lansung beraksi secara liar merusak beberapa alat musik, beberapa panitia pun mencoba menghentikan aksi mereka, tapi ormas tersebut malah semakin menjadi dan berteriak “wani kowe, gelut wae!”
  5. Alhasil bogem mentah dilesatkan orang-orang dari ormas itu  kepada panitia yang mencoba menghentikan aksi mereka, beberapa spanduk dicopot dan menyuruh kerumunan untuk bubar, saat itu hanya ada beberapa Hansip yang membantu memisah, yang lain hanya melihat, termasuk saya, karena takutnya mereka membawa senjata tajam.
  6. Terakhir saya dengar perkataan dari salah satu anggota ormas tersebut, “Iki acara opo? Sing mendem ndi ndang ngaku!” dan “wes bubar opo ora!”
  7. Saya dan teman saya langsung membubarkan diri, beberapa polisi berdatangan untuk mengamankan. Setelah agak jauh dari lokasi tadi, sekitar 30menit saya tunggu sampai benar-benar aman, saya ambil motor dan menuju ke rumah.
  8. Saya melewati daerah Gladak Solo, disitu tampak ada beberapa polisi berjaga-jaga, dan ternyata ormas radikal tadi sedang melakukan baris berbaris di area parkir Benteng Vastenberg Solo, dalam pikiran saya ini adalah semacam konfrontasi terbuka melawan ideologi Pancasila.

 

Foto: Dimas Nugroho

Foto: Dimas Nugroho

Menurut Tempo, sekitar 150 masa tersebut,  menggunakan atribut Jamaah Ansharut Tauhid. Mereka melakukan long-march di area CFD di Jalan Slamet Riyadi, dan membagikan selebaran berisi ajakan bagi umat Islam untuk bersiap menyambut Ramadan. Serta imbauan kepada warga nonmuslim agar menghormati bulan puasa.

Saat rombongan tiba di kawasan Sriwedari, tepatnya di depan halte Batik Solo Trans, mereka meminta sebuah pertunjukan musik yang dilakukan Slankers Solo dihentikan.Tempo yang berada di dekat lokasi itu melihat keributan sempat terjadi. Ada seorang penonton yang dikeroyok oleh anggota JAT.

Penonton yang dipukuli, Khalin Nurahman, 22 tahun, mengaku tidak tahu-menahu kenapa dia dipukuli. “Saat itu ada yang datang dan menyuruh acara musik berhenti. Setelah berhenti, lalu tiba-tiba ada yang meludahi adik saya,” katanya.

Saat bertanya kenapa adiknya diludahi, dia justru dipukuli oleh sekelompok orang. Dia menderita luka di wajah, terutama di bagian bibir. (ba/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL