foto: Bisnis Medan

foto: Bisnis Medan

Jakarta, LiputanIslam.com — Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membekuk 9 orang pengedar narkoba jenis sabu di pertokoan Lotte Mart, Kalideres, Jakarta Barat. Empat orang merupakan warga negara Hongkong , satu orang warga negara Malaysia dan empat orang lainnya warga negara Indonesia. Mereka ditangkap saat sedang melakukan transaksi pada pukul 14.00 WIB.

“Mereka kita tangkap saat sedang bertransaksi di dalam mobil boks dengan nomor polisi B 9301 TCE, ketika akan diserahterimakan kepada tersangka lain yang menggunakan mobil Daihatsu Luxio dengan nomor polisi B 1207 SOQ,” ujar Kepala BNN Komjen Anang Iskandar, 5 Januari 2015 seperti dilansir Medan Bisnis Daily.

Menurut Anang, dalam transaksinya, para tersangka menggunakan kamuflase dengan menaburkan bubuk kopi.

“Narkoba dikemas dalam beberapa karung. Sebagai kamuflase, para tersangka menaburkannya dengan kopi,” jelasnya.

Komjen Anang Iskandar mengungkapkan, salah satu dari 9 tersangka yang diamankan tim Tindak Kejar Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah Wong Chi Ping (WCP). Pria berusia 40-an tahun ini disebut-sebut pemain besar dalam peredaran sabu di Asia Tenggara dan Tiongkok.

“WCP ini sindikat internasional yang diburu tujuh negara, yaitu Tiongkok, Malaysia, Myanmar, Thailand, Amerika, Indonesia, dan Filipina,” jelas dia.

WCP sendiri sudah menetap 15 tahunan di Indonesia. Dia berkewarganegaraan Hong Kong. “Dia menikah dengan istri warga Surabaya, KTP-nya dari Surabaya,” kata Sumirat.

Sebanyak 800 kilogram sabu didapati dari sembilan tersangka. Kristal haram itu berasal dari Guan Zho, Tiongkok. Sabu dikemas dalam 41 karung. Aparat menangkap para tersangka saat sabu yang berada di mobil boks tersebut akan berpindah tangan ke pemesan, WCP, di pertokoan Lotte Mart. Petugas yang telah mengintai dan meyakini adanya sabu di dalam mobil boks, langsung menangkap para tersangka.

Keberhasilan BNN menggagalkan transaksi sabu sebanyak 800 kg ini merupakan prestasi terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah negara-negara ASEAN.

“Jadi ini sudah kita targetkan 3 tahun lebih tetapi yang efektif penyelidikan setahun terakhir jaringan international juga berkat kerja sama besar Cina, Hongkong, dan Thailand, karena jaringan ini tak hanya menargetkan Indonesia saja tertapi negara lain,” ujar Deputi Pemberantasan BNN, Deddy Fauzi.

Deddy mengatakan pengungkapan ini merupakan kerja keras penyidik BNN. Pasalnya jumlah sabu yang didapat lima kali lebih banyak dari hasil tangkapan BNN bulan November sebesar 160 Kg.

“Hasil kerja keras kami ini merupakan yang terbesar karena terakhir BNN Thailand hanya berhasil mengungkap 100 sampai 200 kg akan tetapi pada hari ini kita berhasil mengungkap 800 kg lebih sabu kristal,” ujarnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*