Sumber: nusantara.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Kepala Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abadalloh mengatakan pasar modal syariah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, pertumbuhan ini terkendala oleh literasi masyarakat yang rendah.

Irwan menyebutkan, investor syariah di Indonesia bertambah sebanyak 16.594 investor atau tumbuh sebesar 37 persen dari 44,536 pada akhir 2018 menjadi 61.130 pada September 2019.

Baca: KSEI: Milenial Dominasi Pasar Modal Indonesia 

Irwan menilai, meskipun tumbuh pesat, pertumbuhan tersebut masih belum optimal karena rendahnya literasi masyarakat. Hal ini berarti literasi masyarakat tentang pasar modal syariah masih menjadi tantangan yang besar.

“Tantangan Terbesar masih tentang literasi dan inklusi pasar modal syariah,” kata Irwan akhir pekan lalu.

Berdsasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset keuangan syariah hingga Juli 2019 mencapai Rp 1.359 triliun. Pencapaian ini menunjukkan total aset keuangan syariah memiliki pangsa pasar 8,71 persen dari total industri nasional.

Dari total aset industri keuangan tersebut, pasar modal syariah berkontribusi paling besar, yaitu 56,2 persen, diikuti perbankan syariah sebesar 36,3 persen dan industri keuangan non bank syariah sebesar 7,5 persen.

Kepala Unit Pengelolaan Investasi Syariah (UPIS) PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Justitia Tripurwasani mengatakan, pada dasarnya minat investor untuk berinvestasi di reksa dana syariah terus meningkat.  Peningkatan tersebut bisa dilihat dari peningkatan asset under management industri reksa dana syariah di Indonesia yang terus tumbuh.

Dalam satu tahun terakhir, industri reksa dana syariah tumbuh sebesar 74,7 persen jauh di atas reksa dana konvensional sebesar 4,8 persen. Sementara dari awal tahun ini hingga akhir bulan lalu, industri reksa dana syariah tumbuh hingga 61,0 persen. (sh/cnbcindonesia/republika)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*