Aktivis kavita Krishnan saat menyampaikan pres rilis terkait situasi terkini di Kashmir-India. (Sumber: Al-Jazeera)

Kashmir,LiputanIslam.com—Sekelompok aktivis India dan beberapa anggota organisasi sayap kiri telah meminta pemerintah untuk mencabut putusannya terkait penghapusan status khusus untuk Kashmir.

Para aktivis, ekonom, dan para penulis itu mempresentasikan hasil kunjungan mereka setelah melakukan perjalanan selama lima hari ke kawasan tersebut.

Kavita Krishnan, seorang aktivis sayap kiri, menyebut situasi di Kashmir tidaklah normal. Keadaannya sangat bertolak belakang dengan laporan media-media India.

“Ada atmosfir penjara. Hidup di sana serasa seperti di dalam penjara. Rakyat Kashmir tidak diperbolehkan berbicara dan situasi di sana benar-benar suram,” ucapnya menggambarkan situasi terkini di Kashmir.

“Kami telah mengunjungi beberapa desa dan kota-kota kecil. Situasi di sana tampak tidak normal. Jika beberapa awak media menyebut semua di Kashmir baik-baik saja, maka menurut saya kata yang tepat untuk mewakili kondisi di sana adalah ‘Neraka’, “ ucap Krishnan.

Baca: PM Pakistan Kunjungi Kashmir Meski Sedang Bersitegang dengan India

Aktivis lainnya, Maimoona Moolah meminta pemerintah India agar berhenti menjajah Kashmir.

“Cara-cara seperti ini tidak akan berlaku untuk Kashmir. Segera kembalikan pasal 370 dan 35 (A),” ucapnya.

Menurutnya, semua tempat di Kashmir telah terisolasi, sunyi, dan tertutup. Semua orang tampak tak berdaya. Mereka seperti dizalimi dan terlihat begitu marah. (fd/Al-Jazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*