Tri_Risma_AirAsiaSurabaya, LiputanIslam.com–Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sejak hari Minggu (28/12/2014) hingga hari ini terlihat mendedikasikan perhatiannya kepada kordan keluarga AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata. Sejak hari pertama, Risma tidak pernah absen mendampingi keluarga penumpang yang berkumpul di area Crisis Center.

Di antara yang dilakukan Risma adalah mendata warganya yang menjadi penumpang AirAsia. Tercatat ada 78 penumpang AirAsia yang merupakan warga Surabaya. Karena dalam daftar penumpang tidak ada alamat, Risma langsung memerintahkan Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya mencari alamat dari penumpang pesawat Air Asia dari Surabaya.

“Coba dicari dimana alamat mereka semua yang sudah menjadi warga Surabaya. Secepatnya itu harus diketahui,” ucap Risma, seperti dikutip detik.com.

Risma bahkan menelpon wali kota daerah selain Surabaya yang warganya juga menjadi penumpang AirAsia QZ8501.

Orang nomor 1 di pemerintah Kota Surabaya ini ‎antara lain menelepon Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dan Bupati Alor, NTT.

“Pak, ini kan wargamu ada yang jadi penumpang. Aku mbok ditolong cari datanya,” ujar Risma kepada Abdullah di Posko Pemkot Surabaya di Juanda, Rabu (31/12/2014).

Risma juga sigap menghibur para keluarga korban. Pada hari pertama (28/12/2014), pesawat belum diketahui nasibnya.”Sabar ya bu, semuanya berusaha mencari keberadaan pesawat. Semoga semuanya baik-baik saja,” kata Risma di terminal II Bandara Juanda, Minggu (28/12/2014).

Lalu, ketika pesawat dipastikan tenggelam, Risma turut membopong keluarga korban yang jatuh pingsan. Risma juga terlihat memberikan air mineral kepada keluarga penumpang yang lemas karena sedih mendengar kabar ditemukannya serpihan pesawat. Dia juga yang membukakan tutup air mineral tersebut.

Selain itu, Risma memfasilitasi kemudahan bagi pengurusan jenazah korban, seperti pengurusan surat kematian, persemayaman, pemakaman, dan pemulangan jenazah.

“Keluarga mau diapakan, kami akan memfasilitasi,” ujar Walikota Surabaya Tri Rismaharini didampingi Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada detikcom, Kamis (1/1/2015).

Risma pun sudah menyiapkan 200 kantong jenazah dan 65 peti mati, serta ambulans yang sudah “siaga” di sekitar posko crisis center AirAsia di Terminal II Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Untuk persemayaman, kata Risma, pihaknya akan menggandeng Adi Jasa yang akan menyediakan 80 ruangan persemayaman secara gratis. Untuk pemakaman, TPU Keputih sudah disiapkan, dan bila keluarga ingin dimakamkan di tempat lain, pihak pemkot akan membantu.

Untuk pemulangan jenazah, Pemkot Surabaya akan mengantarkan jenazah hingga ke tujuan di daerah Jawa Timur. “Kemudahan adalah bantuan kami kepada keluarga korban,” tandas Risma.

Risma juga hadir dalam Car Free Night pada malam tahun baru, yang digelar Polrestabes Surabaya. Acara yang digelar di beberapa ruas jalan protokol menggaungkan tema “Pray for AirAsia”. Dalam acara itu juga digelar doa bersama yang langsung dipimpin Risma. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*