Sumber: merdeka.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, industri digital 4.0 berpotensi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Bambang menilai, jika industri digital dimanfaatkan secara optimal, ekonomi Indonesia bisa tembus 6 hingga 7 persen.

Baca: Menaker Hanif: Perguruan Tinggi Harus Antisipasi Dampak Revolusi Digital

“Ada potensi produk domestik bruto (PDB) naik 1-2 persen dari baseline 5 persen, jadi bisa 6 persen-7 persen,” ujar Bambang, Rabu (14/8).

Dia menyampaikan, selama ini banyak orang yang salah paham terhadap industri digital yang dianggap akan menghilangkan lapangan pekerjaan. Dia menyebutkan, meskipun ada pekerjaan yang hilang, tapi pekerjaan-pekerjaan baru akan muncul.

“Jangan terpaku bahwa industri 4.0 akan menghilangkan lapangan pekerjaan. Yang muncul ada pekerjaan baru,” ucapnya.

Dia menerangkan, sejumlah lapangan kerja baru terbuka dengan adanya startup. Startup bisa menciptakan pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada. Berdasarakan data Forum Ekonomi Dunia (WEF) beberapa pekerjaan tidak lagi dibutuhkan dan akan digantikan dengan pekerjaan yang baru pada 2020.

Selain itu, menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), industri 4.0 akan membuat 58 persen jenis pekerjaan akan hilang, kemudian akan memunculkan 65 pekerjaan baru yang belum dikenal.

Menurut bambang, pekerjaan baru ini bisa meningkatkan produktifitas tenaga kerja Indonesia jauh dari sebelumnya. Sebab, perusahaan yang berbasis digital akan meningkatkan produktifitas dan lebih efisien.

“Jadi Sumber Daya Manusia (SDM) lebih unggul, sudah saatnya bertumpu pada SDM. Modal manusia tadi adalah modal agar produktivitas manusia lebih tinggi,” terangnya.

Saat ini, produktifitas tenaga kerja Indonesia masih rendah dan daya saing sumber daya manusia (SDM) masih kalah dengan negara tetangga. Menurut  laporan Bank Dunia (World Bank) skor Indeks Modal Manusia (Human Capital Index/IHC) Indonesia hanya 0,53. Angka tersebut jauh di bawah Singapura sebesar 0,88 dan Vietnam 0,66.

“Berdasarkan Bank Dunia, ini artinya berdasarkan capaian dan status kesehatan itu anak-anak yang sekarang lahir, 18 tahun lagi nanti hanya bisa mencapai 53 persen dari potensi produktivitasnya,” ungkapnya. (sh/antaranews/cnnindonesia)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*