Sumber: Anadolu Agency

Sana’a,LiputanIslam.com—Kurangnya stok obat-obatan dan fasilitas kesehatan di Yaman menyebabkan para pasien di negara itu tak berhasil ditangani secara maksimal. Pejabat kesehatan Yaman menyebut penyebaran penyakit demam berdarah telah merenggut banyak nyawa.

Wartawan Presstv, Mohammed al-Attab, melaporkan dari Sana’a pada Senin (18/11) bahwa gelombang baru penyakit epidemi telah menyebar di seluruh Yaman dan tak lagi bisa dikendalikan. Banyak pasien dari seluruh lapisan masyarakat terbaring tak sadarkan diri.

Staf medis Yaman mengatakan, demam berdarah adalah penyakit yang paling banyak mereka tangani. Mereka menginginkan adanya penyelidikan khusus untuk membongkar alasan di balik penyebaran penyakit demam berdarah yang belum pernah sebesar tahun ini.

Menurut keterangan dari sumber medis Yaman, lebih dari 2.000 orang telah menderita penyakit demam berdarah. Ratusan orang telah dipastikan meninggal dunia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Yaman menuduh penggunaan senjata terlarang oleh kerajaan Arab Saudi sebagai penyebab menyebarkan wabah menakutkan di Yaman.

Wabah kolera yang sebelumnya menghantui Yaman telah menewaskan total 3.400 orang dalam kurun waktu dua tahun. Namun para ahli menyebut, wabah demam berdarah mampu menewaskan 100 orang hanya dalam waktu dua minggu.

Baca: Wabah Belalang Perparah Situasi Kelaparan di Yaman

Agresi militer Arab Saudi di Yaman telah menyebabkan kurangnya pasokan obat-obatan ke negara Arab termiskin itu. Hal ini disebabkan oleh blokade laut, darat, dan udara Yaman. Sehingga pasokan bantuan kemanusiaan dari luar sulit untuk bisa memasuki Yaman.(fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*